SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (26/9) melakukan penggeledahan di tiga ruangan Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Pemeriksaan ketiga ruangan tersebut terkait dengan pengembangan Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) yang menjerat Rektor Unila Karomani.
Informasi Radar Banten, kedatangan tim penyidik KPK melakukan penggelahan sekitar pukul 08.00-10.00 WIB di Kampus Untirta Sindangsari. Dalam hal ini, Rektor Untirta Fatah Sulaiman sebagai Ketua Forum Rektor Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Wilayah Barat periode 2021-2023.
Tim penyidik dikawal petugas kepolisian itu, melakukan penggeledahan di tiga tempat. Yaitu, Ruangan Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman, Ruangan UPT Pusat Data dan Informasi (Pusdainfo), dan Ruangan Unit Pusat Penunjang (UPP) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Untirta di bawah pimpinan Tri Cahyono.
Dalam proses penggeledahan yang dilakukan KPK. Ada beberapa barang disita, kemudian dibawa dalam satu koper. Yaitu, laptop, berkas penerimaan mahasiswa baru, sistem IT di Pusdainfo. Termasuk, handphone milik rektor dan sekretarisnya diperiksa kemudian dikembalikan.
Tak hanya itu, tim KPK sempat melakukan pertemuan terbatas bersama Rektor Untirta, Kepala Pusdainfo Anis Fuad dan Kepala UPP PMB Tri Cahyono, sebelum akhirnya tim meninggalkan Untirta.
“Iya kang, itu sudah tiga minggu yang lalu. Sebelum stadium general Pak Wakil Ketua KPK di Untirta,” ujar Rektor Untirta Prof Fatah kepada Radar Banten, Selasa 11 Oktober 2022 petang.
“Cek fasilitas IT Untirta yang dipakai untuk support SMMPTN Barat. Sebelum saya jadi saksi, ke Lampung,” tambah Prof Fatah.
Sayangnya, Prof Fatah tak memberikan jawaban lebih detail terkait persoalan penggeledahan. Ia malah meminta agar tak memperkeruh suasana.
Diketahui, KPK pada Senin 10 Oktober 2022 mengumumkan telah menurunkan tim penyidik sejak 26 September 2022 sampai dengan 7 Oktober 2022 telah selesai melaksanakan penggeledahan di tiga Perguruan Tinggi Negeri. Yaitu, Untirta, Universitas Riau, Pekanbaru, dan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri
Editor : Ahmad Lutfi












