RADARBANTEN.CO.ID – Pembentukan Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana Dinilai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten sangat tepat sebagai salah satu mitigasi terhadap bencana, melihat dari bencana yang terjadi di Wilayah Kabupaten Lebak. Pembentukan Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana diprioritaskan terlebih dahulu di wilayah yang memiliki potensi rawan bencana yang tinggi.
“Ini benar-benar terimplementasikan, kita ketahui bencana ini terjadinya lokal, BPBD Banten sudah membentuk dan mensosialisasikan pembentukan Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana, mudah-mudahan apa yang sudah disosialisasikan dapat menhindari dari resiko korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana.
Dijelaskannya, peran penting dan koordinasi seluruh masyarakat, stakeholder dan instansi Kabupaten dan Kota terkait kebencanaan sangat diperlukan dalam bencana yang terjadi saat ini.
“Begitupula Relawan yang terbentuk sudah memberikan informasi kepada kami langsung dari lokasi bencana, sehingga kami bisa tindak lanjut tentang apa yang harus diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Berdasarkan data sementara sampai Senin siang (10/10) dari BPBD Provinsi Banten, kerugian materil dari bencana itu di antaranya jembatan gantung di Desa Cisuren yang menghubungkan dengan Desa Pasir Gombong rusak berat. Kemudian oprit jembatan Desa Bayah Timur penghubung Desa Cimancak yang juga rusak berat. Jembatan gantung penghubung Desa Cibareno Kecamatan Cilograng dengan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi yang terputus. Terakhir jembatan penghubung Kampung Cikatomas, Kampung Nangewer Kecamatan Cilograng dimana terdampak pondasinya rusak dan sling jembatanya putus dan kondisinya rusak berat.
Lalu ada juga Majlis Al-Kautsar dan Majlis Nurul Ulum Desa Suwakan Kec.Bayah yang rusak ringan, Ponpes Nurul Huda, Majlis ta’lim Nurul Huda, Majlis Ta’lim, Masjid Nurul Jannah, Mushola Abrol yang berada di Desa Mancak Kecamatan Bayah rusak ringan. (adv)











