Terkait dengan kerjasama dengan Baznas, Dadi mengaku saat ini BKKBN mempunyai program charity, yakni Bapak Asuh Anak Stunting yaitu gerakan peduli stunting melalui pemberian bantuan dari individu maupun perusahaan kepada keluarga berisiko stunting dengan pemberian makanan bergizi selama 6 bulan dan pendanaannya disalurkan melalui Baznas.
Selanjutnya Baznas akan menyalurkan ke Dapur Sehat Atasi Stuning (DASHAT) yang ada di Kampung Keluarga Berkualitas untuk menyediakan makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari kepada anak resiko stunting.
“Makanan yang diberikan pastikan harus benar-benar dikonsumsi oleh anak berisiko stunting, jangan sampai nanti yang makan bapak atau ibunya. Tim DASHAT ini juga akan memberikan penyuluhan kepada keluarga-keluarga beresiko stunting terkait menu-menu makanan bergizi dengan sumber daya pangan lokal, jadi makanan sehat dan bergizi tidak selalu harus mahal,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Banten, HM Suhri Utsman mengatakan, Baznas Banten siap membantu BKKBN dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting melalui penyaluran dana Bapak Asuh Anak Stunting kepada tim DASHAT di kampung KB.
“Hal ini sejalan dengan program yang ada di Baznas Banten, yaitu program bidang kemanusiaan yang di dalamnya menangani kesehatan dan ekonomi mustahik, nah bantuan penanganan stunting dan gizi buruk ini atau program BAAS tadi akan disalurkan melalui program ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan Baznas sangat mendukung program pemberian bantuan ini, karena Ia menilai kemiskinan ekstrem harus segera diatasi dan salah satunya adalah dengan pemenuhan gizi kepada masyarakat yang kurang mampu dengan kondisi gizi buruk.
“Setiap Keluarga beresiko stunting, satu harinya akan menerima bantuan tiap harinya sebesar Rp15.000 selama 6 bulan, berupa makanan bergizi siap santap dan juga akan dipantau perkembangannya,” jelas Suhri.
Reporter: Deni Saprowi











