SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – SMA Negeri 6 Kota Serang mengajak orang tua untuk bersinergi dalam program pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 serta Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tahun ajaran 2022/2023. Kepala SMA Negeri 6 Kota Serang Rustomi Effendi mengatakan, pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 penting untuk dilakukan oleh sekolah untuk mengurangi dampak kehilangan belajar pada peserta didik.
“Kami melaksanakan dua jenis kurikulum yakni kurikulum 2013 dan kurikulum masa pemulihan,” ujar Rustomi usai menyelenggarakan sosialisasi pemulihan pembelajaran di masa pandemi dan implementasi kurikulum merdeka kepada orang tua siswa di SMA Negeri 6 Kota Serang Jumat, 7 Oktober 2022.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan selama tiga hari yakni dari 6, 7, hingga 11 Oktober. Sosialisasi tersebut untuk menjawab bagaimana sekolah memberikan layanan pada anak yang baru saja mengikuti pembelajaran dari rumah. “Kami bagi kegiatannya menjadi tiga hari, sosialisasi ini sangat penting untuk orang tua ketahui,” tuturnya.
Sebagai kepala sekolah, ia harus membuat inovasi diantaranya anak diajak bergembira untuk diajak bersekolah, kemudian bersinergi dengan orang tua tentang program yang dimiliki SMA Negeri 6 Kota Serang. “Sehingga orang tua bersama-sama membimbing, membina dan mendidik anak-anak,” ujar Rustomi.
Ia mengatakan, melalui kegiatan tersebut sekolah mengenalkan program yang dijalani yakni mulai pemahaman transformatif, bagaimana strategi belajarnya, daya dukung dan manajemen, dan lebih mengenal strategi membangun karakter masyarakat Banten. “Ini salah satu cara kami untuk menciptakan proses belajar lebih berkualitas dan menggembirakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Moch Tarmidzi menuturkan, komite sekolah berterima kasih kepada sekolah yang miliki program luar biasa, program yang dimiliki sekolah tidak bisa berjalan sendiri tentu harus bersinergi dengan orang tua. “Program yang dimiliki sekolah tidak bisa berjalan sendiri, tentu harus bersinergi dengan orang tua siswa,” tuturnya. Ia mengatakan, sekolah memiliki waktu yang terbatas, waktu kegiatan belajar mengajar merupakan hak guru. Sedangkan di luar itu menjadi tugas orang tua. Oleh karena itu sinergi perlu dilakukan. “Kami tekankan kepada orang tua untuk meningkatkan pendidikan anaknya masing-masing,” tegasnya. (adv)











