SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di Indonesia perkembangan pendidikan luar biasa atau sekolah khusus (SKh), sebagian besar masih bersifat segregratif. Dari sini maka terbentuk sekolah khusus (SKh) Arisma. SKh Arisma terdiri dari jenjang pra sekolah yaitu TKLB, pendidikan dasar seperti SDLB, SMPLB, dan pendidikan menengah seperti SMALB. Model pendidikan segregratif bertujuan agar anak-anak memperoleh pendidikan yang sesuai dengan karakteristik ketunaan/kecacatannya, sehingga dapat mengembangkan kemampuan secara optimal.
Awal berdirinya SKh Arisma didasari oleh rasa kepedulian sepasang suami istri (pasutri) pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendirikan SKh Arisma, karena dibutuhkan perjuangan ekstra, karena bukan hanya tenaga dan pikiran semata, tetapi juga harta dan benda. SKh Arisma merupakan sekolah khusus satu-satunya di Kecamatan Munjul yang berlokasi di Jalan Munjul Turus Km 1 Komp. Perum Pasanggrahan Rahayu Desa Pasanggrahan, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. SKh Arisma berdiri pada tahun 2019. Para orang tua yang mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dan juga masyarakat di sekitar yang menginginkan agar didirikan sekolah khusus di Kecamatan Munjul, agar ABK dapat mengenyam pendidikan, serta mampu mengembangkan bakat, minat, serta potensinya sebagai bekal hidup mandiri kelak.
SKh Arisma dalam proses KBM-nya berawal dari menumpang selama satu tahun di rumah ketua yayasan, yang kemudian disulap menjadi sekolah sebagai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pada tahun 2021, SKh Arisma mulai dibangun di atas tanah hibah dari pendiri “Yayasan Arisma Rabbani Munjul”, dengan secara bertahap dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Dan puji syukur alhamdulillah, sekarang telah memiliki ruang kelas sendiri untuk dijadikan tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Meskipun fasilitas sarana dan prasarana belum memenuhi syarat tetapi antusias dari sebagian orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya membuat kami merasa terharu dan bercampur senang.
Tahun 2021 SKh Arisma memiliki satu Ruang Bina Komunikasi, Persepsi Bunyi dan Irama (BKPBI) untuk Tunarungu, dan Tahun 2022 memiliki Ruang Kelas Baru (RKB). Jumlah siswa SKh Arisma tahun pelajaran 2022-2023 telah memiliki siswa 68 orang dengan dibagi 24 rombel, dengan latar belakang kekhususan yang berbeda-beda dan beragam, serta tenaga pendidik yang berjumlah 8 orang. Untuk jenjang pendidikan di SKh Arisma meliputi TKLB berjumlah 3 siswa, SDLB berjumlah 54 siswa, untuk jenjang pendidikan Tingkat SMPLB berjumlah 8 siswa, dan untuk jenjang pendidikan Tingkat SMALB berjumlah 3 siswa.
Meskipun jumlah sarana dan prasarana di SKh Arisma belum ideal, tetapi pihak sekolah berusaha semaksimal mungkin memberikan pendidikan dan pelayanan khusus yang terbaik kepada peserta didik agar mereka memperoleh pendidikan yang layak seperti anak normal pada umumnya, supaya mereka tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. SKh Arisma mengucapkan banyak terima kasih kepada Penjabat Gubernur Banten DR. Al Muktabar, M.Sc., Penjabat Sekda Banten DR Ir Moch Tranggono M.Sc., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten DR. H. TABRANI, M.Pd., dan Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dindikbud Provinsi Banten DR. H. Supandi, S.Pd., MA. yang telah memberikan dukungan serta bantuan sarana dan prasarana Ruang Kelas Baru (RKB), melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2022 kepada SKh Arisma.
Diharapkan, adanya sarana dan prasarana Ruang Kelas Baru (RKB) tersebut menambah semangat belajar siswa/i ABK di SKh Arisma. Selain itu, pengembangan sarana dan prasarana di SKh Arisma berlanjut sampai memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan khusus, supaya perkembangan kualitas guru dan siswa lebih meningkat dan berkembang.(adv)











