LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan pelajar asal Desa Cimancak, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak setiap paginya harus beruji nyali ketika hendak berangkat ke sekolah mereka yang berada di sebrang sungai Sungai Cimadur tepatnya di Desa Bayah Timur. Pasalnya, mereka harus mempertaruhkan nyawa pada sebuah rakit alakadarnya ketika hendak menyebrangi aliran sungai itu.
Walaupun takut, tapi mereka terpaksa melakukan hal itu sebab Jembatan Cimancak yang menjadi akses alternatif penghubung Desa Cimancak dengan Desa Bayah Timur terputus, pasca diterjang oleh banjir bandang beberapa waktu yang lalu.
Berdasarkan pantauan dilokasi, para pelajar yang hendak menyebrang harus antre dan naik ke atas rakit satu persatu bersamaan dengan warga lainnya. Bahkan, tatkala mereka juga harus naik diatas rakit yang sama dengan kendaraan motor juga barang-barang bawaan warga lainnya.
Terlihat dilokasi sendiri ada dua buah rakit yang dibuat warga. Rakit itu terlihat sangat sederhana dengan hanya terbuat dari beberaap drum yang biasa digunakan untuk menyimpan air, dan bongkahan kayu yang saling diikat. Selain itu, ada juga perahu karet yang disiapkan oleh BPBD Lebak.
Risma, salah pelajar SMP di Bayah Timur mengaku sudah hampir seminggu menggunakan rakit setiap paginya saat hendak berangkat ke sekolah. Walaupun takut, namun Risma mengaku tidak punya pilihan lain lagi, sebab jalur lainnya sangatlah jauh untuk ditempuh.
“Sekarang setiap hari berangkat sekolah pakai rakit pa, takut sih tapi gimana lagi. Ada jalan lain, tapi itu muter jauh. Bisa satu jam, bisa telat kita pa,” kata Risma saat ditemui, Kamis 20 Oktober 2022.











