RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat Kota Tangerang Selatan tidak perlu panik jika di wilayahnya terdampak banjir atau bencana lainnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyediakan layanan cepat tanggap bencana, yakni dengan menghubungi call center 112, maka petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel akan tiba ke lokasi.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie megatakan, melalui layanan call center 112, masyarakat dapat menginformasikan peristiwa banjir di wilayahnya, sehingga petugas BPBD dapat begerak cepat ke lokasi kejadian.
“Petugas kami akan melakukan inventarisir data yang terkena dampak banjir, sekaligus melakukan kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) dan melaporkan kepada Tim Reaksi Cepat (TRC),” ucap Benyamin di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin, 24 Oktober 2022.
Benyamin melanjutkan, petugas TRC di lokasi juga akan melakukan kajian dampak banjir, mulai dari jumlah korban, kerusakan rumah, dan kerugian akibat banjir. Hasil kajian itu kemudian dilaporkan kepadanya.
“Jika TRC merekomendasikan keadaan darurat bencana, maka akan ditetapkan Keputusan Walikota (Kepwal) dengan jangka waktu 7 sampai 14 hari dan dapat diperpanjang sesuai dengan kajian dan perkembangan situasi di lapangan,” ucap Benyamin.
Benyamin mengatakan, selain menetapkan keadaan darurat bencana, pihaknya kemudian membentuk Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana. Tim ini ditugaskan melakukan penanggulangan bencana hingga tuntas, mulai dari penyelamatan dan evakuasi masyarakat, pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, pelayanan kesehatan, dan psikososial.
“Hingga pemulihan fungsi sarana dan prasarana dengan memperbaiki dan mengganti kerugian yang timbul akibat kerusakan bencana,” tambah Benyamin.
Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel sangat konsen dalam hal penanganan bencana. Hal itu dapat dibuktikan dengan digelontorkannya anggaran Rp 6,7 miliar untuk program penanggulangan bencana agar lebih optimal.
Lebih lanjut, Benyamin menambahkan mitigasi bencana juga telah disiapkan. Bahwa ditiap kelurahan telah dibentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Komunitas Siaga Bencana, dan penyelenggaraan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan.
Dalam mitigasi bencana, Benyamin menekankan kolaborasi dan kerja sama dalam hal penanganan banjir. Dimana, koordinasi, kolaborasi dan sinergi antar stake holders harus terus ditingkatkan.
“Dan dari sisi masyarakat harus memahami budaya sadar bencana, sehingga memudahkan dalam proses mitigasi maupun penanganannya,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha











