Sementara itu, ia juga mengungkapkan, proses pembangunan dua RSUD di Banten saat ini hampir rampung yakni RSUD Cilograng dan RSUD Labuan. Pihaknya berharap, saat HUT Provinsi Banten tahun 2023, kedua RSUD itu sudah beroperasional.
“Jadi tahapannya tahun ini, selesai pembangunannya. Meskipun kalau Cilograng belum selesai tuntas. Karena anggarannya waktu itu tidak semua dialokasikan. Hanya untuk siap operasional saja,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pembangunan penunjang seperti landscape, pagar, pengaspalan jalan, dan koridor penghubung belum teranggarkan. Namun yang terpenting gedung-gedungnya sudah bisa beroperasional.
“Itu InsyaAllah tahun ini selesai, selanjutnya kita di tahun 2023 itu di awal tahun sampai triwulan ketiga memenuhi alat kesehatannya , kemudian kita juga rekrut pegawainya,” ujar Ati. Tetapi sebelumnya, pihaknya akan mengajukan izin dulu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Karena di satu sisi ketika Non ASN ini tidak diperbolehkan (direkrut-red), Pemprov merekrut. Tapi untuk kepentingan layanan RSUD,” terangnya.
Tapi, lanjut Ati, menurut Kemenpan RB untuk layanan kesehatan, apalagi daerah yang belum memiliki layanan kesehatan, masih diperbolehkan. Apalagi rumah sakit nanti ke depannya menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). “Jadi lama-lama kan akan dialihkan ke BLUD, kalau BLUD yang sudah setel,” ujarnya.
Kata dia, syarat operasional RSUD harus ada SDM dan alat kesehatan. Jadi bukan cuma bangunannya saja. Selain itu, harus sudah dapat izin operasional, kemudian baru diresmikan. “Sekarang pembangunannya, tahun depan alat kesehatan dan SDM-nya,” tutur Ati. Perekrutan SDM-nya bakal dilakukan Juni nanti. Setelah itu, akan dilatih dulu penggunaan alat kesehatannya dan dimagangkan di RSUD Banten. Sehingga, saat HUT Banten pada Oktober 2023 nanti, SDM sudah siap. Dengan begitu, kedua RSUD itu akan menjadi kado HUT Banten bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. (nna/nda)











