PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan nelayan Teluk Labuan dilanda paceklik atau kesulitan mendapatkan ikan sejak Juli sampai awal November ini.
Akibat hal itu, para nelayan terpaksa mencari ikan hingga ke wilayah perairan Lampung.
Pijar Hermawan, nelayan Teluk Labuan mengatakan, sejak empat bulan lalu dirinya kesulitan mendapatkan ikan. Oleh karena itu, dirinya terpaksa mencari pekerjaan lain untuk sementara waktu.
“Udah empat bulan gak ngelaut. Temen saya ada yang melaut, tapi hasilnya nggak bagus,” katanya, Senin (7/11).
Pijar mengatakan, setiap setahun sekali, para nelayan akan dilanda paceklik atau kesulitan mendapatkan ikan. Akibat hal itu, banyak harta benda termasuk emas yang dijual untuk menyambung hidup.
“Saya pernah sampai enam bulan paceklik. Semua dijual, motor, sampai emas dijual buat makan,” katanya.
Adi Mansur nelayan lainnya berharap bisa mendapatkan perhatian dari Pemkab Pandeglang atau Pemprov Banten agar bisa membantu menyelesaikan persoalan paceklik tersebut.
“Kami inginnya ada pelatihan keterampilan supaya nanti kami memiliki skil untuk usaha, disamping sebagai petani,” katanya.
Adi mengatakan, sebelumnya para nelayan pernah mendapatkan bantuan ketika memasuki masa paceklik. Namun, sejak 10 tahun kemarin, bantuan tersebut tidak lagi diberikan kepada para nelayan.
“Dulu banyak, ada bantuan keterampilan, bantuan modal usaha, ada juga bantuan beras. Cuma sekarang udah nggak ada lagi,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M Habibi Arafat berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemkab Pandeglang, sekaligus mencarikan solusi agar para nelayan tidak menjual harta benda disaat musim paceklik.
“Akan kita sampaikan, kita juga akan usulkan agar ada bantuan modal atau bantuan lain yang sifatnya bisa membantu nelayan untuk tetap memiliki usaha. Bisa dengan pelatihan keterampilan baru, bisa dengan modal usaha. Nanti lah kita sampaikan dulu,” katanya.(*)
Reporter : Adib
Editor: Ahmad Lutfi











