SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Petani Tambak ikan bandeng di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang ditargetkan mampu memproduksi sebanyak 1 ton per hektar. Mereka dilatih menejemen budidaya semi intensif.
Kegiatan Diklat ini diselenggarakan oleh Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Provinsi Banten, melalui Koperasi Nelayan Nusantara Sejahtera, selama 20 hari.
Ketua Koperasi Nelayan Nusantara Sejahtera Frans Santoso mengatakan, hasil produksi bandeng sementara ini lumayan baik, namun umumnya para petani tambak bandeng masih menggarap secara tradisional.
Lantaran budidaya bandeng di Kabupaten Serang masih tradisional, jelas Frans, hasil panen sekira 2 sampai dengan 5 kwintal dengan panen 2 sampai 3 kali pertahun.
“Setelah kegiatan diklat ini, kami targetkan para petani tambak bandeng bisa meningkatkan produksi satu ton per hektar,” kata Frans kepada Radar Banten, Rabu (9/11).
Frans mengaku, dengan adanya pelatihan ini, koperasi nelayan nusantara sejahtera (Kop.NATARAJA), telah memjadikan diri sebagai mitra pemerintah dalam mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan, khususnya disektor perikanan.
“Dengan menggandeng mitra dan dukungan pemerintah, kita akan memcoba membuka usaha mandiri,” akunya.
Dalam kegiatan ini, lanjut Frans, koperasi bermitra dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, DKPP, Para Penyuluh Perikanan, para Ulama di Banten dan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Banten yang diketuai oleh Ibu Bupati Serang.
“Diklat ini akan berlangsung selama 20 hari.l dan dilanjutkan dengan praktek langsung beserta para siswa ajar,” pungkasnya.
Salah satu peserta pelatihan ini, Dulkhaerudin mengaku sangat terbantu dalam hal pengelolaan penambakan bandeng dengan sistem yang lebih sederhana namun hasilnya memuaskan.
“Kalau memang ada cara dan teknik yang lebih bagus, pasti kami maulah,” pungkasnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: A Rozak










