SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten masih bergantung pada pasokan hewan kurban dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan Iduladha 2026.
Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat sekitar 80 persen kebutuhan ternak kurban masih dipenuhi dari luar provinsi.
Plt Kepala Distan Provinsi Banten, M Nasir mengatakan, tingginya kebutuhan hewan kurban yang tidak sebanding dengan stok lokal menjadi penyebab utama ketergantungan tersebut.
Berdasarkan estimasi Distan Banten, kebutuhan hewan kurban pada 2026 mencapai 63.171 ekor. Sementara kemampuan penyediaan ternak lokal diperkirakan hanya 11.969 ekor.
“Kami memperkuat pengawasan agar hewan kurban yang masuk ke Banten dipastikan sehat dan bebas penyakit. Karena sebagian besar kebutuhan ternak masih berasal dari luar provinsi,” katanya.
Ribuan hewan kurban yang masuk ke Banten wajib dilengkapi Sertifikat Veteriner dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal untuk memastikan kesehatan ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Banten, drh. Ari Mardiana mengatakan, pengawasan dilakukan melalui sistem lalu lintas ternak berbasis aplikasi ISIKHNAS.
Selain itu, Distan Banten juga mulai melakukan pemantauan lapak penjualan hewan kurban sejak 11 hingga 25 Mei 2026, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pemotongan.
“Jadi pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah dipotong,” ujarnya.
Distan Banten memastikan seluruh pengawasan dilakukan untuk menjamin hewan kurban yang dijual kepada masyarakat sehat, layak, dan bebas penyakit menular seperti PMK hingga antraks.
Tags: hewan kurban luar daerah, stok hewan kurban Banten, Iduladha 2026, Distan Banten, PMK Banten, sapi kurban, kambing kurban, ternak sehat
Keyword: 80 persen hewan kurban Banten, pasokan hewan kurban luar daerah, kebutuhan hewan kurban Banten, stok ternak kurban Banten, Iduladha 2026 Banten
Editor: Abdul Rozak











