SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aliansi relawan Jokowi yang ada di pusat dan daerah menggelar musyawarah rakyat (Musra) di seluruh provinsi di Indonesia, untuk menentukan calon presiden (Capres) 2024.
Untuk di Banten, relawan Jokowi menjadwalkan Musra akan dilaksanakan pada 20 November 2022 di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang.
Menurut juru bicara sekaligus Wakil Ketua Panitia Musra Banten Ucu Nur Arief Jauhar, kegiatan Musra yang digagas gabungan relawan Jokowi merupakan sebuah gerakan rakyat dalam menyampaikan aspirasinya jelang Pilpres 2024.
“Betul memang yang bergerak jadi panitia dari Relawan Jokowi. Tapi peserta musyawarahnya itu dari umum. Makanya hasil Musra setiap provinsi berbeda. Misalnya di Musra Riau muncul nama Sandiaga Uno, di Musra Bandung muncul nama Anies Baswedan, Musra Kepri muncul nama Ganjar Pranowo, sementara di Musra Palembang muncul nama Prabowo. Kita tidak tahu nama siapa nanti yang muncul di Musra Banten,” kata Ucu kepada wartawan saat meninjau lokasi Musra di Plaza Aspirasi, KP3B, Minggu (13/11).
Ia melanjutkan, Musra Banten menjadi pelaksanaan Musra ketujuh di Indonesia, yang akan dilaksanakan hari Minggu, 20 Nopember 2022 di Kota Serang.
“Rencananya akan dihadiri lima ribu peserta dari berbagai kalangan masyarakat,” bebernya.
Masih dikatakan Ucu, Musra merupakan wadah untuk masyarakat terlibat aktif dalam menentukan kepemimpinan nasional ke depan.
“Seluruh hasil Musra di 34 provinsi akan disampaikan terbuka saat pengumuman di Jakarta, pada Maret tahun depan,” pungkasnya.
Akhir pekan lalu, Panitia Musra Banten sempat melakukan audiensi dengan Pj Sekda Banten M Tranggono di Aula Setda Banten, lantaran meminjam tempat milik Pemprov Banten.
Ketua Panitia Musra Banten Havid Permana mengatakan, panitia melarang semua peserta membawa dan menggunakan atribut lambang partai politik saat acara berlangsung. Baik itu bendera, kaos, seragam atau dalam bentuk apa pun.
“Bahkan kami juga melarang lambang-lambang Relawan Jokowi. Karena acara ini bertujuan menyampaikan aspirasi rakyat. Terutama soal capres-cawapres harapan rakyat. Bukan acara dukung-dukungan atau partai-partaian,” katanya.
Ia melanjutkan, Musra bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi langsung dari masyarakat. Baik itu keluh-kesah, saran, dampak program, keinginan program dan calon presiden berikutnya.
“Jadi Musra itu bukan hanya soal mencari capres dukungan rakyat. Soal capres itu hanya salah satu bagian saja. Musra juga menghimpun keluhan masyarakat. Soal dampak pelaksanaan program juga,” tuturnya
Saat Musra nanti, peserta akan melakukan e-voting tanpa pilihan. Jadi diberi blanko kosong. Peserta tinggal menuliskan nama yang diinginkan untuk menjadi calon presiden berikutnya.
“e-Voting yang kami lakukan itu isinya bukan pilihan nama-nama. Tidak ada pilihan nama. Baik itu Jokowi, Uno, Ganjar, Prabowo atau lainnya. eVotingnya berupa blanko kosong. Peserta harus menulis sendiri nama calon presidennya,” jelas Havid.
Usai menerima aspirasi panitia Musra, Pj Sekda Banten M Tranggono mengatakan pihaknya mempersilakan kegiatan dilaksanakan di Plaza Aspirasi sesuai aturan yang berlaku.
Kepada panitia Musra, Tranggono juga mengingatkan agar panitia memberitahukan kegiatan Musra ke pihak kepolisian. Baik itu Polda Banten maupun Polres Serang.
“Ini agak sensitif yah. Soalnya sudah mulai mendekati tahun politik. Kami berharap tidak ada keterlibatan partai politik. Soalnya nanti kami yang ditegur KPU,” ujar Tranggono.
Reporter: Deni Saprowi
Editor: Aas Arbi











