SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus melaksanakan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kepala pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, program BPB adalah pengurangan risiko bencana. Pihaknya mencoba untuk melakukan pencegahan dengan edukasi, sosialisasi dan lain-lain yang merupakan bagian daripada pencegahan.”Meski bencana banjir tidak bisa diprediksi datangnya, tapi dengan sosialisasi paling tidak bisa mencegah dan tahu apa yang dilakukan ketika bencana banjir datang,” kata Nana, Selasa 15 November 2022.
Dijelaskan, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi pencegahan banjir ini ke BPBD Kabupaten/Kota. Juga melibatkan masyarakat. “Kita sudah roadshow lakukan pemetaan pencegahan banjir ini,” ujarnya.
Sementara sebelumya, Penjabat Sekda Banten, M.Tranggono mengapresiasi jika BPBD Provinsi Banten sudah menjalankan amanat UU 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Ada bentuk perhatian dan implementasi di daerah karena itu memang amanat dari Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana bahwa semua harus tangguh. Itu tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan Dunia Usaha” katanya.
Ia juga berpesan kepada BPBD dan Dinas Pendidikan agar ke depan lebih banyak lagi sekolah-sekolah ikut program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
“Hal itu mengingat pentingnya program tersebut. berharap untuk sekolah-sekolah lainnya dari jenjang terbawah sampai jenjang menengah di Provinsi Banten yang masuk dalam Jona Rawan Bencana dapatnya segera dikembangkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana,” ujarnya. (adv)











