RADARBANTEN.CO.ID – Peran media cetak seperti koran dan majalah di Provinsi Banten masih sangat dibutuhkan dan relevan terhadap perkembangan zaman.
Hal ini menjadi poin utama dalam diskusi “Gerakan Indonesia Membaca” yang diinisiasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Taman Jaletreng, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu, 30 November 2022.
Menurut Anggota Dewan Pers Asmono Wikan, media cetak masih menjadi pilar terpenting menopang demokrasi. “Saya selalu sampaikan bahwa media cetak adalah peran utama dalam menciptakan atau membantu masyarakat membangun agenda sosial mereka. Bahwa media cetak masih dibutuhkan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Menurut Asmono, media cetak masih sangat relevan saat ini dan masih dibutuhkan sebagai sumber refrensi masyarakat dalam mendapatkan informasi.
“Tidak hanya di Banten, bahkan diseluruh dunia masih relevan. Beberapa kasus di Eropa dan di Amerika itu kan sejak semakin maraknya hoax semakin menurunkan kepercayaan publik. Nah, media cetak kembali dibutuhkan sebagai yang dipercaya publik,” jelasnya.

Kendati demikian Asmono juga mengakui bahwa media cetak saat ini juga telah bertransformasi kedalam dunia digital melalui koran digital atau biasa disebut e-paper.
“Media cetak memang harus kreatif dan inovatif untuk merawat pembacanya. Karena tanpa Inovasi dan tanpa kreativitas, saya rasa media cetak sulit berkembang,” jelasnya.
“Dengan cara seperti ini maka media cetak akan kembali mengukuhkan kepercayaan publik terhadap media cetak,” tambahnya lagi.
Ditempat yang sama, Direktur Radar Banten, Mashudi mengungkapkan, ditengah pesatnya perkembangan teknologi perlahan menggerus keberadaan media cetak, namun Radar Banten justru terap beetimbuh dan mengukuhkan pertumbuhannya pada triwulan tahun ini mencapai 11 persen.
Hal ini menurut Mashudi karena masih tingginya kepercayaan masyarakat Banten terhadap berita-berita yang dihasilkan Radar Banten.
“Karena wartawan kami sangat detail dan hati-hati sekali dalam setiap menulis. Kita saring betul-betul setiap berita yang masuk. Begitu menulis berita, ini salah tidak? begitu menulis ada kalimat yang membuat pihak tersinggung tidak? karena sekarang banyak undang-undang yang mengatur kita,” ucap Mashudi.
Dalam kesempatan itu Mashudi juga menegaskan, Radar Banten memiliki prinsip bahwa tidak pernah memusuhi pemerintah daerah juga tidak memposisikan dari sebagai partisan Pemerintah daerah.
“Karena siapa pun pemimpin yang ada baik Gubernur maupun Walikota dan Bupati adalah pimpinan kami dan mitra kami, sehingga sampai hari ini, Alhamdulillah prinsip itu selalu kita pegang,” ujarnya.
Mashudi mengatakan, Radar Banten selama ini selalu berusaha mendekatkan diri dengan pemimpin daerah agar upaya mendapatkan informasi bisa lebih berimbang.
“Kami pernah dikritik. Kok Radar Banten mendekati penguasa? Loh, yang menjauhi penguasa itu yang salah menurut kami. Informasi apa yang akan bisa kita dapat ketika orang yang berkuasa kita jauhi? karena dalam prinsip komunikasi kan, terbangun interaksi dua arah. Nah, kalau kita jauh akan satu arah sehingga akan menghasilkan produk jurnalistik yang tidak seimbang,” tegasnya.
Oleh sebab itu, sambung Mashudi siapapun pemimpin daerahnya, akan selalu dekat dengan Radar Banten.
“Kalau tidak dekat ya, harus kami dekati. Dan kami kasih tahu bahwa pemimpin daerah itu harus dekat dengan media. Dekat dengan radar itu bukan berarti tidak boleh dekat media yang lain. Tapi memang bahwa kita menjadi seperti simbol eksistensi media di Banten,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, menurut survei sekitar 80 persen masyarakat menggunakan media sosial, terutama whatsapp.
“Kalau saya lihat banyak sekali berita-berita itu yang disadur dari berita-berita di koran-koran konvensional. Jadi misalkan di salah satu media massa lalu disadur dan berita itu menyebar secara luas ke media sosial,” ucapnya.
Menurut Pilar, masyarakat saat ini masih mempercayai sumber informasi kredibel kepada media cetak. “Saya sendiri adalah tipikal orang yang masih baca dan percaya dengan koran,” ucapnya.
Pilar menambahkan, selama ini Pemkot Tangerang sangat terbantu dengan kehadiran media cetak dan media cetak berkontribusi besar dalam menyampaikan program-progeam Pemkot Tangsel ke maayarakat.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid menambahkan, dalam konteks paradigma pembangunan kontemporer, ada lima aktor utama yaitu masyarakat, pemerintah swasta, akademisi dan peran media.
“Jadi kalau kita ingin melihat di dalam konteks keberhasilan pembangunan maka kolaborasi lima aktor utama tadi itu menjadi kata kunci,” ujar Abdul Rasyid.
Menurut Rasyid, keberhasilan pembangunan tentunya sangat ditentukan kolaborasi lima aktor yang ia sebutkan tadi, sehingga jika salah satu aktor saja tidak berkolaborasi, akan menghambat proses keberhasilan pembangunan.
“Karenanya saya kira peranan media juga bagian dari kata kunci untuk keberhasilan pembangunan di Kota Tangsel ya,” jelasnya.
Reporter: Syaiful Adha.











