TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang Suwardi menghimbau agar masyarakat selalu waspada namun tetap tenang terhadap fenomena alam yang terjadi disekitarnya, seperti gempa bumi.
Menurutnya, masyarakat harus paham langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempabumi. Pastikan konstruksi bangunan rumah telah sesuai, siapkan perabotan-perabotan terpasang dengan kuat, siapkan jalur evakuasi yag aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus monitor update kejadian gempabumi terkini pada aplikasi, kanal-kanal media resmi BMKG seperti infobmkg maupun WRS BMKG.
Suwardi juga menegaskan, jika terjadi gempa bumi maka masyarakat harus segera berlindung di bawah meja atau siku-siku ruangan dengan tetap melindungi kepala dan leher. Kemudian baru ke titik kumpul di luar ruangan yang jauh dari pepohonan dan bangunan-bangunan lainnya setelah goncangan gempa bumi telah mereda.
“Yang harus lebih diwaspadai dari bahaya ikutan gempa bumi berkekuatan besar adalah fenomena alam lainya seperti kejadian tsunami, longsor, likuifaksi, dan lain-lainnya,” ucapnya, Rabu 21 Desember 2022.
Suwardi menambahkan, Kabupaten Lebak dan Pandeglang termasuk ke dalam wilayah yang tinggi aktivitas tektoniknya. Hal ini terlihat dari seringnya kedua kabupaten tersebut diguncang gempabumi dalam periode tahun 2018-2022.
Walaupun dengan kekuatan bervariasi namun goncangan tersebut juga sering dirasakan sampai ke wilayah Kota Tangerang.
“Nah untuk wilayah Kota Tangerang sendiri, masih dikategorikan sebagai wilayah yang relatif aman terhadap gempabumi tektonik berdasarkan lokasi sumber gempa bumi,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: A Rozak











