LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak menyebut wilayah Kabupaten Lebak masih akan mengalami musim hujan hingga Februari 2022.
Berbagai potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang pun menjadi hal yang perlu diwaspadai saat ini.
BPBD Lebak memetakan, ada 12 kecamatan di Lebak yang masuk zona rawan angin kencang dan puting beliung.
Ke-12 kecamatan itu yakni Kecamatan Cimarga, Leuwidamar, Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan, dan Bayah.
“Hampir semua daerah di Lebak ini masuk ke dalam zona rawan angin kencang, untuk itu kita minta kepada warga untuk waspada, terlebih mengingat kondisi cuaca saat ini yang sudah masuk ke musim penghujan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak Febby Rizki Pratama, Kamis 29 Desember 2022.
Febby mengatakan, angin kencang sendiri sangat berbahaya karena dapat menyebabkan pohon tumbang. Kemarin saja, pihaknya mendapatkan tiga laporan pohon tumbang.
“Kemarin kita dapatkan laporan adanya pohon tumbang yang menimpa dua rumah warga Cibeber dan dua pohon tumbang yang masing-masing menutupi Jalan Raya Sampay, Warunggunung, dan Kampung Narimbang di Rangkasbitung,” katanya.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” tambahnya.
Febby pun mengimbau warga, khususnya yang berada di 12 kecamatan itu, untuk selalu waspada jika terjadi angin kencang. Apalagi jika di sekitar rumah terdapat pohon besar.
Jika memungkinkan, Febby meminta warga untuk menebang pohon itu, karena dikhawatirkan dapat roboh dan menimpa rumah.
“Kita imbau kepada warga di 12 kecamatan itu untuk berhati-hati. Jika ada pohon besar di sekitaran rumah, kalau bisa ditebang, karena dikhawatirkan dapat roboh dan menimpa rumah jika diterjang angin kencang,” katanya.
“Imbauan ini juga berlaku bagi para pengendara, bahwa jika terjadi hujan deras jangan berteduh di bawah pohon. Karena dikhawatirkan dapat roboh,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











