PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pandeglang mencatat realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan tempat hiburan di Kabupaten Pandeglang melampaui target ditetapkan tahun 2022.
Selain itu, pajak reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, mineral logam dan batuan, bumi dan pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan juga melampaui target karena capaiannya lebih dari 100 persen.
Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Pandeglang Yunisa mengatakan, realisasi penerimaan pajak hotel, restoran dan hiburan lebih dari 100 persen. “Pajak restoran dari target Rp2.487.545.767 realisasinya 118,93 persen atau Rp2.958.540.567. Lalu pajak hotel dari target Rp4.442.726.552 realisasi 133,48 persen atau Rp5.930,357,247,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat (6/1).
Kemudian, pajak hiburan targetnya Rp510.677.778, terealisasi 103.92 persen atau Rp530.703.098. Berdasarkan data update per tanggal 31 Desember 2022.
“Selain itu, enam obyek pajak lainnya juga melampaui target. Yakni pajak reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, mineral logam dan batuan, bumi dan pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan,” katanya.
Sementara pajak burung sarang walet baru tercapai 36 persen dan pajak bumi dan bangunan 58,30 persen. Jadi dari total 11 obyek pajak daerah yang melampaui target sebanyak sembilan Obyek pajak sepanjang tahun 2022.
“Untuk di tahun 2023, kita terus lakukan optimalisasi pajak. Ditambah dengan pengawasan bersama dengan Kejaksaan Negeri dalam hal pelaporan dan pembayaran pajak,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Neneng Nuraeni mengatakan, pendapatan dari sektor pajak yang beririsisan dengan sektor pariwisata yakni hotel, restoran dan hiburan tahun 2022 melampaui target.
“Mudah-mudahan data ini bisa menjadi semangat kami dan para pengelola destinasi wisata Pandeglang untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Karena endapatan sektoral terhadap pendapatan daerah sering digunakan sebagai salah satu indikator bagaimana perkembangan kepariwisataan suatu daerah mampu tumbuh atau tidak,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











