SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menargetkan Kabupaten Serang menjadi wilayah sentra kedelai di Indonesia. Hal itu akan mulai diwujudkan Januari tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldy Dhuana mengatakan, proses sertifikasi dan pendaftaran varietas kedelai Mikroba Google (Migo) temuan profesor Ali Zum Mashar sudah masuk katalog lokal.
“Tahun ini kita bisa belanja benih kedelai Migo temuan Profesor Ali Zum, tinggal menunggu sertifikasi keluar dari kementerian,” kata Zaldi kepada wartawan, Kamis 5 Januari 2023.
Dijelaskan Zaldy, kebutuhan kedelai sendiri sekitar 25 ton untuk 500 hektar lahan. Sedangkan kesiapan lahannya sendiri sebenarnya dari tahun lalu petani sudah siap, namun karena hujan terus jadi tahun ini baru bisa mulai.
Lahan seluas 500 hektare tersebut tersebut di berbagai wilayah seperti Kecamatan Cinangka, padarincang Mancak Ciomas petir Cikeusal dan Anyer.
“Proses pengadaan dipercepat Januari, apalagi yang katalog lokal, Januari harus mulai,” jelasnya.
Untuk masa panen sendiri, lanjut Zaldy, kedelai Migo membutuhkan waktu 75 hari baru bisa panen, sehingga dalam setahun bisa tiga kali panen. Kendati demikian, proses pembenihan harus melalui kegiatan sortasi benih, prosedurnya sedikit agak rumit tapi petani sudah bisa melakukannya.
“Biasanya kan panen kedelai itu 1 ton per hektar, tapi kemarin bupati dan Kementan bisa 3 ton. Kalau melihat potensi bisa tiga kali lipat,” ujarnya.
Untuk harga kedelai sendiri sekarang di atas 12 atau 13 ribu, hal itu disebabkan karena dampak perang Rusia Ukraina dan kondisi ekonomi dunia yang tengah krisis.
Sedang pengadaan benih di pusat di harga Rp11.500, karena sudah ada stndarnya. Namun Zaldy mengaku pihaknya akan melakukan survey terlebih dulu, kemudian bisa menentukan akan ikut aturan pusat atau daerah setempat. (*)
Reporter: Haidaroh
Editor: Agung S Pambudi











