PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita bersyukur atas turunnya angka kemiskinan 1,4 persen atau berkurang 16.780 jiwa tahun 2022 di Kabupaten Pandeglang.
Data penurunan angka kemiskinan diperoleh dari BPS Kabupaten Pandeglang berdasarkan pendataan tahun 2021 sebesar 10,72 persen (131.430 jiwa) menjadi 9,32 (114.650 jiwa) atau berkurang sebanyak 16.780 jiwa.
“Angka kemiskinan di Pandeglang, walaupun ada penurunan belum signifikan kami bersyukur. Masih banyak PR (pekerjaan rumah) harus dikerjakan,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita, Selasa, 10 Januari 2023.
Irna berharap, setelah pandemi Covid-19 ekonomi membaik. “Sehingga urusan lain bisa kejar lagi. Dulu juga saya sempat turunkan 1,1 digit angka kemiskinan bersama pak Tanto (Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban) selama tiga tahun memimpin, tapi kan setelah itu, tsunami dan covid-19 jadi naik lagi, landai lagi,” katanya.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan itu berkat adanya bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Banten, dan pihak lainnya.
Irna menegaskan, bahwa masih banyak yang harus dikerjakan. Di antaranya menurunkan angka stunting dan lain sebagainya.
“Penanganan stunting juga menjadi skala prioritas kami. Karena kan banyak masyarakat menengah ke bawah, yang mengalami stunting karena tadi ekonomi dan sebagainya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto mengatakan, kalau secara makro penduduk miskin Kabupaten Pandeglang tahun 2021 sebesar 10,72 persen.
“Dan itu boleh dibilang masih tertinggi di Banten. Namun tahun 2022 ini menurun menjadi 9,32 persen, angka kemiskinan turun sekira 1,4 persen,” katanya.
Widijanto menjelaskan, terjadinya penurunan dampak dari Covid-19 membaik tahun 2022. Terlihat ekonomi sudah membaik di Pandeglang maupun di luar Kabupaten Pandeglang.
“Artinya geliat ekonomi di Pandeglang luar Pandeglang sudah mulai tumbuh. Sehingga berdampak mengurangi angka kemiskinan,” katanya.
Widijanto mengungkapkan, angka penduduk miskin secara makro di Kabupaten Pandeglang tahun 2022 ini tercatat sebanyak 114.650 jiwa. Di mana kalau di prosentasekan, 9,32 persen.
“Dari 9,32 persen ini, kenapa dia tergolong miskin karena ada 9,32 persen tadi adalah yang pengeluaran per kapita nya di bawah Rp416.248 rupiah. Jadi garis kemiskinan Kabupaten Pandeglang 2022, itu Rp416.248 rupiah,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











