“Kerusakan paling parah ada di Kecamatan Leuwidamar sebanyak 15 rumah rusak. Dan di Kecamatan Muncang sebanyak 13 rumah rusak akibat longsor dan pergerakan tanah,” ujarnya.
Selain rumah, longsor juga terjadi dibeberapa ruas jalan di Kecamatan Leuwidamar dan Gunung Kencana. Seperti di jalan Kampung Ciranca, dan Kampung Lengsir, Desa Leuwidamar. Longsor menyebabkan kedua akses jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Longsor menyebabkan jalan ambles di Kampung Ciranca dengan diameter panjang 5 metee dan lebar 2 meter. Sedangkan di Kampung Lengsir longsor menutup separuh badan jalan dengan panjang longsoran 10 meter dan tinggi 5 meter. Kedua akses jalan itu kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja,” kata relawan BPBD Kecamatan Hendi.
Di Desa Parahiang ada 3 titik longsor yakni di Kampung Baok, Kampung Cibeas, dan Kampung Pasar. Di Desa Cisimeut Induk, tepatnya Kampung Hantap, longsor telah menutup akses jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 5 meter.
“Longsor juga terjadi di Jalan Raya Cisimeut, arah desa Wisata Baduy tepatnya di Kampung Kipar. Longsor itu panjangnya 5 meter dan 3 meter. Kendaraan roda empat masih bisa dilalui kendaraan roda empat namun hanya satu jalur saja,” ucapnya.
Staf pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak Deden Eko menuturkan, PUPR sendiri sudah melakukan penanganan darurat terhadap beberapa akses jalan ambles akibat bencana pada awal tahun 2023 itu termasuk jalan di Kecamatan Leuwidamar yang menjadi akses ke wilayah Suku Adat Baduy di Desa Kenekes.
“Alhamdulillah sudah untuk daruratnya jadi bisa dilewati. Untuk selanjutnya ditangani Biaya Tidak Terduga (BTT),” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











