“Kalau yang bagus itu tingkat Occupancy nya 50-80 persen. Dan sat libur Imlek ini mencapai 60 persen,” katanya.
Kondisi ini dipengaharuhi kebijakan pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan libur nasional dan cuti bersama. Sehingga membuat waktu liburan lebih panjang.
“Di tambah lagi tidak ada informasi cuaca buruk dari BMKG yang disampaikan secara masif. Seperti halnya saat Nataru yang membuat wisatawan pada kabur membatalkan kunjungannya padahal cuaca buruk di bulan Desember itu memang sudah biasa terjadi setiap tahunnya jadi yang diperlukan itu kesiapsiagaan,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











