SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus suspek campak di Banten tahun lalu mengalami kenaikan. Kota Serang menjadi daerah dengan suspek campak tertinggi di Banten.
Sepanjang tahun 2022, ada 966 kasus suspek campak di Banten. Hanya saja, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, diagnosa pasti pengidap campak di Banten yakni 173 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, campak merupakan salah satu penyakit yang tidak boleh ada lagi di Indonesia.
Namun, ada 173 kasus campak tersebar hampir semua kabupaten/kota di Banten. Kasus terbanyak ada di tiga daerah. “Pertama di kota Serang ada 64 kasus,” ungkap Ati, kemarin.
Kedua, lanjutnya, Kabupaten Serang sebanyak 31 kasus. Ketiga, di Kabupaten Pandeglang sebanyak 29 kasus. Sementara di kabupaten/kota lainnya, rata-rata angkanya di bawah 15 kasus.
Meski kasus ini meningkat, Ati menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus kematian di Banten akibat campak. Per 25 Januari 2023 ini, ada 161 kasus suspek campak di Banten. Hanya saja, hasil pemeriksaan laboratoriumnya belum keluar sehingga masih dikatakan suspek.











