“Seminggu enggak ada (Minyakita-red). Tadi, baru dapat dari distributor. Ini juga enggak banyak,” ungkapnya.
Lantaran stok yang terbatas, harga eceran menjadi Rp16 ribu per liter. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah
Rp14 ribu per liter.
“Harganya macam-macam. Kalau kami jual Rp15 sampai Rp16 ribu per kemasan. Ya, kalau harga belinya dari distributor saya kurang hafal,” katanya.
Rustini, salah satu pembeli yang ditemui Radar Banten di PIR, mengakui telah lebih seminggu terakhir migor itu sulit ditemukan. Akibatnya, Rustini terpaksa beralih menggunakan migor premium. “Beli minyak goreng merek biasa lagi, dari pada enggak ada. Biasanya beli minyak bermerk Minyakita,” katanya.
Tidak jauh berbeda kondisinya dengan Pasar Rangkasbitung. Migor yang diluncurkan pada Juli 2022 lalu itu sulit ditemukan. Kalau ada, harganya juga melambung.












