“Sekarang kan targetnya sampai 2023, 40 persen harus kandungan lokal dan harus ada produksi di Indonesia, sehingga ada nilai tambah untuk komponen Indonesia” kata dia.
Riyanto menambahkan bahwa, kendaraan-kendaraan listrik yang sudah banyak beredar di Indonesia ini harus juga adanya dorongan dari mitra seperti perusahaan ojek online, dan juga taksi untuk segera mengkonversi kendaraan mereka.
“Kalau untuk motor, produsennya sudah banyak ada Viar, Gesits dan sebagainya. Sebenarnya, sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan juga perlu adanya didorong dari perusahaan ojek online seperti Gojek, Grab, Taksi Bluebird dan taksi yang lain. kalau bisa armadanya dikonversi segera,” bebernya.
Plus Minus Motor Listrik
Kendati motor listrik menjadi salah satu alternatif untuk menghemat biaya transportasi, tetapi kendaraan listrik juga tak lepas dari kelebihan maupun kekurangan. Agar tidak salah langkah, berikut sejumlah plus minus memiliki motor listrik.
KELEBIHAN
1. Membantu mengurangi emisi dan hemat BBM
Salah satu manfaat nyata dari motor listrik adalah kemampuannya dalam mengurangi emisi. Karena motor ini menggunakan listrik sebagai sumber bahan bakar, Anda juga jadi tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
Sebagai gantinya, pengeluaran listrik di rumah mungkin akan meningkat. Akan tetapi biaya ini jauh lebih murah ketimbang akumulasi uang yang dikeluarkan untuk membeli BBM dalam sebulan. Apalagi harga BBM kini sedang tinggi.
2. Perawatan lebih mudah
Jumlah komponen motor listrik lebih sedikit dibandingkan dengan motor konvensional. Jadi, biaya perawatan yang akan dikeluarkan untuk melakukan servis juga akan jauh lebih sedikit.
Biasanya, motor matic konvensional dibanderol dengan harga Rp 15 juta untuk varian terendah. Akan tetapi, harga ini masih lebih mahal daripada motor listrik yang hadir dengan harga Rp 8 juta sampai dengan Rp 9 juta untuk varian terendah.
KEKURANGAN











