RADARBANTEN.CO.ID – Literasi, digitalisasi, dan kompetensi adalah tiga elemen yang saling melengkapi. Tak bisa dipungkiri literasi adalah pondasi kuat agar kompetensi meningkat. Fenomena yang terjadi saat ini, literasi diibaratkan seperti ruang gelap yang menakutkan untuk didekati.
Nah, bagaimana ingin menggali lebih dalam lagi, jika menyukainya pun hanya sebatas ilusi.
Perkumpulan Penulis Motivator Nasional (PPMN) menawarkan cara cerdas agar literasi dapat mewujudkan mimpi. Terlebih lagi di era millenial seperti sekarang ini, tak sulit untuk menelisik, merangkai, bahkan bermain-main dengan kata. Sosial media pun dengan genit menggoda hati untuk menuangkan rasa melalui deretan kata.
Ketua Umum PPMN Nurbadriyah mengatakan, setiap pekan PPMN selalu menggelar pelatihan secara online yang melibatkan semua pengurus wilayah dan daerah sebagai narasumbernya. Ini juga yang menjadikan PPMN menjadi incaran para pegiat literasi untuk terus meningkatkan kompetensi.
“Jika dulu menulis memerlukan banyak waktu dengan berbekal pena dan buku. Kini, menulis dapat dilakukan kapan pun, dimana pun, bahkan dalam keadaan apa pun,” ujarnya. Kata dia, digitalisasi memfasilitasi semua orang untuk menulis menggunakan aplikasi.











