Iing S Bahri, warga Kalanganyar mengaku, merasakan gempa Lebak dengan magnitudo 5,2. Seketika, diapun teringat gempa besar yang mengguncang Turki. Apalagi di media sosial banyak video dan foto yang memposting dahsyatnya dampak gempa di negara Eropa tersebut.
“Ada rasa khawatir dan takut terkait gempa yang terjadi hari ini. Mudah-mudahan, tidak ada gempa susulan,” harapnya.
Sebelumnya, BMKG merilis gempa bumi di Lebak merupakan jenis gempa bumi dangkal. Penyebabnya akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya dengan skala intensitas III-IV MMI. Selanjutnya, daerah Serang, Pandeglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagelar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka dengan skala intensitas III MMI.
Sedangkan, daerah Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur dan Bandung Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Adapun daerah Jakarta, Depok, Cibubur dengan skala intensitas II MMI.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, setelah gempa mengguncang Lebak, dirinya langsung menginstruksikan relawan tangguh untuk melakukan pengecekan. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan dampak gempa Lebak tersebut.
“Relawan BPBD di tiap kecamatan di Lebak selatan sudah kita perintahkan untuk monitor dampak gempa. Sampai sekarang, tidak ada laporan terkait kerusakan bangunan,” ujarnya.
Reporter/Editor : Mastur











