Oleh karenanya, Iti mengingatkan, pada kader harus simultan bareng -bareng. Jadi harus dikeroyok bareng-bareng.
“Makanya nanti Bacaleg (bakal calon legislatif) dalam satu dapil jangan saling menjatuhkan, dibagi wilayah pembinaannya walaupun si A kuatnya di kecamatan ini, si ini di sini katanya di sini ya enggak apa-apa. Tapi yang penting pas turun informasikan ke masyarakat bahwa ada caleg sekian namanya ini dan ini silakan ibu simpatinya ke siapa,” katanya.
Iti tidak mengharapkan sesama kader atau bacaleg Demokrat berebut simpati masyarakat dengan saling menjatuhkan. Misalkan jangan memilih si A tetapi milihnya ke si B aja.
“Kalau itu terjadi akhirnya itu akan merugikan kita, yang penting mereka mencoblos Partai Demokrat. Kita ingin menciptakan Partai Demokrat itu guyub, membangun kebersamaan dan kekeluargaan untuk menuju kemenangan kita di 2024 untuk itu kita harus sering terjun ke masyarakat,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











