Dikatakan Tatu, produksi jagung lokal masih jauh untuk memenuhi kebutuhan industri. “Kita baru bisa mensuplay nol koma sekian persennya, masih sangat kecil sekali,” ucapnya.
Padahal, kata Tatu, potensi pengembangan jagung di Kabupaten Serang masih sangat tinggi. “Kita punya lahan pertanian yang sangat luas, kemudian juga cuaca di kita juga mendukung,” ujarnya.
Karena itu, Tatu meminta produksi jagung terus dikembangkan di berbagai kecamatan. Karena pasarnya masih terbuka lebar. “Ini menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.
Kendati demikian, Tatu menyadari para petani terkadang kebingungan untuk memasarkan hasil pertaniannya. “Pemasaran ini menjadi tugas pemda, para petani biar fokus produksi saja, pemasarannya kita yang bantu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Abdul Rozak












