Sementara BPBD Kota Serang telah meminta warga di pesisir pantai mewapadai banjir rob. Terutama warga Kota Serang di Kelurahan Banten dan Kelurahan Kasemen.
“Yang biasanya terdampak di Kelurahan Banten dan Kasemen. Makanya, kami memberikan imbauan selain kepada kelurahan dan siap siaga bilamana terjadi rob, kami juga menghimbau koordinasi RT/RW dan lintas sektoral,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Serang, Tofan Wiguna kepada Radar Banten, kemarin.
Kata Tofan, berdasarkan data BPBD Kota Serang, banjir rob pernah terjadi pada 4 Desember 2022 di Kota Serang dengan ketinggian 30-40 centimeter. Banjir rob merendam area kawasan sekitar Pelabuhan Karangantu, Lingkungan Karang Mulya, Kelurahan Banten.
“Di awal tahun 2023 ada, tapi tidak terlalu besar. Berbeda dengan kejadian tahun 2021. Makanya berdasarkan prakiraan BMKG ini, kami melakukan mitigasi, koordinasi, membagikan pesan berantai melalui media sosial atau grup WhatsApp,” ungkapnya.
Kata Topan, tindakan koordinasi dan mitigasi bencana dalam bentuk imbauan prakiraan BMKG ini sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.“Apapun informasi yang sekiranya penting diketahui masyarakat, kami membuat imbauan,” bebernya. (nce-suf-dib-fdr)











