WHO, bahkan menggambarkan pasien pada fase ini tak ubahnya ‘hantu’. Mata pasien akan terlihat dalam dan dilanda kelelahan yang ekstrem.
Pada kasus yang parah, pasien biasanya akan mengalami pendarahan di berbagai area tubuh. Beberapa pasien mengalami muntah darah, feses yang keluar disertai darah, hingga pendarahan pada hidung, gusi, dan vagina.
Tak hanya itu, virus Marburg yang kini mewabah di Afrika juga dapat menyebabkan kebingungan dan agresi pada pasien.
Dalam kasus yang fatal, WHO mencatat, kematian paling sering terjadi pada hari ke-8 dan ke-9 setelah timbulnya gejala. Kondisi ini biasanya akan didahului oleh kehilangan banyak darah dan syok.
Virus Marburg bisa disembuhkan?
Saat ini, belum ada vaksin atau obat resmi untuk Marburg. Namun, perawatan rehidrasi dapat meringankan gejala dan meningkatkan peluang bertahan hidup.











