“Saya mengajak kepada masyarakat, kepada Kepala Desa untuk mensosialisasikan kepada warganya yang sudah mendapat ganti rugi namun belum pindah untuk segera pindah agar kita bisa meminimalisir persoalan-persoalan yang terjadi diwilayah kita masing-masing,” kata mantan anggota DPR RI ini.
Iti berharap masyakarat bisa menggunakan bangunan ini dengan baik, dapat memelihara dan menjaga kebersihan, khusus untuk area sekolah Iti meminta agar diciptakan kantin yang sehat, membuat pengelolaan sampah bekerjasama dengan desa serta menyediakan air putih untuk menghindari berbagai penyakit yang disebabkan dari makan dan minum sembarangan.
“Saya juga minta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun program kerja yang dapat berjalan beriringan untuk keberlangsungan kehidupan perekonomuan masyarakat pasca relokasi dengan menciptakan lapangab kerja baru dari berbagai bidang, baik itu usaha perdagangan, pariwisata maupun produk makanan lokal karena kedepan akan menyongsong destinasi wisata baru di Bendungan Karian ini,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung, Cidurian (BBWSC3), I Ketut Jayada mengatakan, Bendungan Karian ini adalah bendungan terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 314 juta meter kubik perdetik.
“Bendungan Karian ini juga merupakan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” kata Ketut.











