LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Lebak tahun 2023 akan digelar di Kecamatan 13-17 Maret 2023.
Pada MTQ Lebak tahun 2023 melombakan 15 majelis lomba dengan menerjunkan 111 dewan hakim.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lebak menjamin peserta MTQ tingkat Kabupaten Lebak merupakan warga Lebak dengan dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Karena itu, LPTQ akan menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatam Sipil (Disdukcapil) Lebak.
“Kita akan kerja sama dengan Disdukcapil dalam verifikasi peserta MTQ ini. Peserta harus benar warga Lebak dibuktikan dengan KTP Lebak. Bila kedapatan bukan warga Lebak maka akan kita tolak. Bilapun masih lolos dan di akhir ketahuan maka sanksinya berat yaitu kita diskualifikasi,” kata ketua LPTQ Lebak KH Pupu Mahpudin, Jumat 3 Maret 2023.
Menurut pengasuh Ponpes Darusaadah Cimarga ini, pihaknya telah mengingatkan kontingen atau kafilah untuk tidak memakai atau mendaftarkan qari qariah dari luar Lebak.
Mantan ketua Baznas Lebak ini akan menyampaikan kepada Pemkab Lebak bagi daerah yang masih mencoba menggunakan qari luar Lebak mengingat penggunaan qari asal Lebak juga merupakan kebijakan pemda Lebak.
“Pemenang ajang MTQ tingkat Kabupaten ini nantinya akan mewakili Lebak pada ajang MTQ tingkat Provinsi Banten. Kami berharap ini juga menjadi catatan kita kedepan,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ merupakan momentum syiar islam yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar prestasi yang pernah dicapai Lebak semakin meningkat.
“Prestasi yang kita harapkan dalam setiap pelaksanaan MTQ, bukan merupakan pekerjaan yang mudah, akan tetapi harus melalui perjuangan dan bahkan mengorbankan sekaligus semangat kedaerahan untuk membela dan membawa panji kebesaran Lebak,” katanya.
Sementara itu Asda I bidang pemerintahan dan Kesra Setda Lebak Alkadri mengatakan, MTQ Ke-40 Kabupaten Lebak tahun 2023 di Kecamatan Maja akan dimeriahkan
dengan pawai ta’aruf dan perlombaan kendaraan hias dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi fisik dekorasi kendaraan yang artistik lslami serta dipadukan dengan nilai budaya suatu daerah.
“Pawai ta’aruf juga menampilkan pagelaran seni budaya, pendalaman Al-Qur’an yang divisualisasikan dalam bentuk karya seni dan kearifan budaya masing – masing kafilah.
Pelaksanaan pawai ta’aruf ini sebagai bagian dari seremonial, memeriahkan dan menyemarakkan MTQ Kabupaten Lebak,” katanya.
Mantan Kepala Dishub Lebak ini berharap, pada MTQ tahun ini para peserta MTQ bersaing sehat untuk menjadi yang terbaik pada perlombaan tersebut. Dengan melalui, MTQ harus dapat dijadikan momentum untuk berbenah dan evaluasi diri, sehingga MTQ dapat melahirkan qari dan qariah berkualitas dan mampu mengangkat nama daerah baik di tingkat Provinsi maupun tingkat nasional.
“Melalui MTQ nantinya diharapkan apat melahirkan qari dan qariah handal yang mampu berbicara di setiap event baik berskala local maupun nasional. Setiap kafilah tidak mengambil peserta dari luar daerah atau nge bon. Tujuannya, potensi terbaik daerah harus dimunculkan dan diberi kesempatan mengikuti MTQ di tingkat kabupaten,” kata mantan Kabag Humas Setda Lebak ini.(*)
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











