“Kami tidak tergiur, karena ini buat saya memang kalau di politik itu kesempatan ya artinya kan peluang dan kesempatan harus dimanfaat, tapi kembali lagi kepada diri kita. Kita juga mengukur kemampuan diri kita kan, jadi jangan serta-merta karena ada peluang, tapi kita tidak mengukur apa internal kitanya. Jangan sampai bunuh diri,” ucapnya.
Menurutnya, kemunculan beberapa tokoh yang digadang-gadang akan maju pada Pilgub nanti merupakan suatu hal positif. Sebab, mereka dinilai memiliki keingginan untuk membangun kemajuan di Banten.
“Bagus ya, berbicara bagus ketika mereka punya kemauan aja untuk membangun Banten kan dimulai dari niat, berarti kalau sudah ada niat mereka sudah mempersiapkan strategi arah kebijakan terkait pembangunan di Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia berpandangan jika Banten merupakan wilayah strategis penyandang Ibukota Negara. Wilayahnya sangat strategis baik dari segi politik maupin ekonomi. Dengan kondisi serba strategis itu, Iti meminta kepada siapapun tokoh yang menjadi Gubernur Banten nanti tidak akan menganak tirikan wilayah Selatan Banten khususnya Kabupaten Lebak.
“Siapapun nantinya yang terpenting adalah tidak melupakan Lebak, kita inginnya fokus bukan pemerataan. Kalau berbicara pemerataan kan mungkin akan dibagi sama kan, tapi berbicara bahwa kami ini dari segi PDRB paling rendah kan, IPM juga paling rendah. Makanya kami ingin nantinya pembangunan dan pengembangan SDN bisa difokuskan ke Lebak, karena ini juga menjadi penyumbang efek buruk kepada Provonsi,” pungkasnya.
reporter : Yusuf Permana
editor: Aditya











