SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melihat, pengusaha muda memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Banten.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,64 persen pada Triwulan I 2026, sektor pangan, agrikultur, dan investasi dinilai oleh Pemprov Banten menjadi ruang usaha yang menjanjikan.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Banten Tahun 2026 di Aula Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Andra Soni, pengusaha muda harus mampu membaca peluang ekonomi yang berkembang di Banten, terutama pada sektor yang memiliki kebutuhan pasar besar dan berkelanjutan.
“Saat ini peluang yang sangat potensial di Banten adalah sektor agrikultur dan pangan. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan pengusaha muda karena kebutuhan pasarnya besar dan dekat dengan Jakarta,” katanya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Banten saat ini menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 17,88 persen.
Kondisi itu, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa sektor pangan dan pertanian masih sangat terbuka untuk dikembangkan oleh generasi muda.
Tak hanya itu, Andra Soni juga mendorong HIPMI Banten memanfaatkan peluang dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut akan membuka rantai ekonomi baru di sektor pertanian dan kebutuhan pangan.
“Sebagian besar anggaran dalam program MBG itu bergerak di sektor pangan dan pertanian. Ini peluang besar kalau mampu dibangun ekosistem usahanya dengan baik,” ujarnya.
Selain bicara peluang usaha, Andra Soni juga meminta HIPMI aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat.
Ia menilai pengusaha muda memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Banten.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah mengatakan pengusaha muda saat ini tidak bisa hanya bergantung pada sektor usaha konvensional.
Menurutnya, sektor pangan, hortikultura, dan industri berbasis kebutuhan masyarakat menjadi peluang yang harus mulai dikembangkan.
“Supply dan demand sektor pangan ini sangat besar. Pengusaha muda harus mulai masuk ke sektor-sektor produktif yang punya prospek jangka panjang,” katanya.
Rifky menambahkan, Rakerda HIPMI Banten 2026 menjadi momentum memperkuat jejaring bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas pengusaha muda di Provinsi Banten.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional.
Ketua Panitia, Faizal Hermiansyah mengatakan forum bisnis itu disiapkan untuk membuka wawasan sekaligus memperluas koneksi usaha para anggota HIPMI di Banten.
“Forum ini bukan hanya konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan jaringan bisnis pengusaha muda,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono









