Menurut data yang pihaknya peroleh, total ada 6.2147 Ha lahan pertanian yang terdampak oleh banjir dengan 968,66 Ha lahan padi mengalami puso. Berdasarkan laporan, dari ke lima daerah itu, Kabupaten Pandeglang mengalami kerugian paling banyak dengan total lahan terkena banjir mencapai 3869,5 Ha yang mana, 430 Ha di antaranya mengalami puso.
“Data awal memang yang tersampaikan ke BNPB itu baru dari Kabupaten Pandeglang tapi setelah kita lakukan koordinasi ternyata ada di beberapa Kabupaten Kota juga yang belum masuk, sehingga itu bisa nanti diusulkan ulang atau usulan tambahan dari data-data yang sebelumnya sudah masuk ke BNPB,” kata Nana.
Ia menerangkan, data kerusakan dampak bencana banjir dari akhir tahun 2022 hingga bulan Maret 2023 itu akan disampaikan langsung ke BNPB.
“Kebetulan ada program terkait dengan penanganan gagal panen akibat banjir ini di seluruh Indonesia, bukan hanya di Banten,” pungkasnya. (nna-suf/air)












