SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, untuk periode laporan 1 Maret sampai 15 Maret ratusan hektare sawah di Banten mengalami puso. Total sawah yang mengalami puso yakni 293 hektare.
Kepala Distan Provinsi Banten, Agus M Tauchid memaparkan, ratusan hektare sawah puso itu berada di lima kabupaten/kota. Yakni Kabupaten Pandeglang 59 hektare, Kabupaten Lebak 25 hektare, Kabupaten Serang 75 hektare, Kabupaten Tangerang 127 hektare, dan Kota Serang 7 hektare. “Penyebabnya tanaman terendam atau banjir,” ujar Agus, Minggu, 26 Maret 2023.
Kata dia, petani yang sawahnya mengalami puso akan mendapatkan bantuan benih dari Cadangan Benih Daerah. “Untuk diusulkan ke provinsi dan nanti Distan Banten akan melakukan verifikasi ke lapangan,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi agar sawah tak mengalami puso akibat tanaman padi terendam, Agus mengaku tidak bisa dilakukan hanya oleh Distan karena ini menyangkut daerah hulu sumber air, sungai dengan DAS (daerah aliran sungai). Pertama, penataan kembali daerah tangkapan air (konservasi daerah hulu). Kedua, normalisasi sungai. Ketiga, pengerukan sedimentasi pada saluran pembuangan irigasi. “Kemudian, melakukan percepatan pengolahan tanah dan percepatan tanam serta memasukkan petani pada daerah terdampak banjir sebagai peserta AUTP (Asuransi Usaha Tanaman Padi-red) supaya kalau gagal tanam atau puso dapat klaim asuransi dari Jasindo,” terangnya.
Terakhir, mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SL – IKLIM) bersama BMKG untuk para petani pada daerah terdampak.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun melakukan pendataan lahan pertanian komoditas padi yang terdampak bencana banjir dalam periode empat bulan terakhir ini.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, berdasarkan data yang pihaknya peroleh dari instansi terkait, sedikitnya terdapat lima daerah yang terdampak banjir pada periode itu.
“Kemarin kita lakukan rapat yang dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Banten, kemudian juga BPBD dari kabupaten dan kota. Pada rapat itu kita melakukan sinkronisasi data terutama data lahan pertanian yang mengalami puso akibat banjir,” kata Nana kepada Radar Banten, Minggu (26/3).
Nana mengatakan, kelima daerah itu yakni Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tanggerang dan Kota Serang.











