SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua unit mesin penggiling gabah berkapasitas besar ditemukan tidak beroperasi alias menganggur di gudang Bulog GBB Umbultengah, Kota Serang. Kedua mesin itu ditemukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar saat melakukan sidak ke gudang itu pada Kamis, 30 Maret 2023.
Pj Gubernur Banten pun meminta kepada pihak Bulog untuk memfungsikan kembali kedua mesin itu agar produksi gabah hasil panen para petani di Banten bisa diubah menjadi butiran beras.
“Modal dasarnya sudah ringan sekali, mesin masih bangus paling perbaikan-perbaikan, gabah tersedia apalagi saat ini lagi musim panen. Apa yang menjadi hambatan? Saya mohon kepada media juga untuk mengawasi ini juga sebagai social control,” kata Al Mukatabar.
Wakil Pimpinan Wilayah Jakarta dan Banten Dani Satrio mengakui jika kedua mesin itu tidak dioperasikan. Namun, katanya, pihaknya berencana akan mengoperasikan mesin itu dengan cara menggandeng kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Sesuai dengan apa yang diperintahkan pak Pj nanti akan ada kerja sama dengan BUMD agar hasil panen bisa tertampung. Tidak keluar,” kata Dani kepada wartawan.
Dani mengatakan, mesin penggiling gabah itu mampu menggiling sekitar 2,5 ton per jam. Jika dioperasikan selama sehari delapan jam, maka masing-masing mesin itu dapat menghasilkan 20 ton per hari.
“Per jam itu 2,5 ton, kalau per hari itu dikali delapan,” katanya.
Ia mengungkapkan, stok beras di Banten sendiri sangat aman. Pihaknya juga terus menyerap gabah-gabah hasil panen dari petani lokal di Banten.
“Untuk penyerapan gabahnya, Bulog menyerap di Lebak juga di Serang. Ini memang masih terbatas tapi memang diutamakan dari lokal Banten,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











