LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras premium di berbagai wilayah Indonesia meroket. Di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, beras premium dijual Rp 16 ribu per liter. Kenaikan ini membuat banyak warga harus mengatur ulang kebutuhan rumah tangganya, karena beras merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.
Warga Rangkasbitung, Lina (35), mengaku kaget dengan lonjakan harga beras tersebut. Menurutnya, harga beras yang semakin tinggi membuat pengeluaran rumah tangga semakin terbebani.
“Dulu masih bisa beli beras premium dengan harga Rp 12 ribu per liter, sekarang sampai Rp 16 ribu. Jelas memberatkan,” kata Lina saat ditemui di Pasar Rangkasbitung, Minggu, 7 September 2025.
Lina berharap, pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga beras agar masyarakat tidak semakin sulit memenuhi kebutuhan pangan. I
Ia menuturkan, banyak ibu rumah tangga kini lebih memilih beras medium meskipun kualitasnya berbeda jauh dengan beras premium.
Sementara itu, Anwar, pedagang beras di Pasar Rangkasbitung, mengaku sudah tidak lagi menjual beras premium karena kurang laku. Menurutnya, harga yang terlalu tinggi membuat pembeli enggan membeli.
“Banyak pelanggan mengeluh, akhirnya saya stop jual beras premium. Sekarang lebih fokus ke beras medium saja,” ungkap Anwar.
Anwar menjelaskan, penyebab harga beras premium melonjak karena stok di pasaran semakin sulit didapat.
“Pasokan yang terbatas membuat harga dari distributor sudah tinggi sejak awal, sehingga pedagang ikut kesulitan menjual dengan harga wajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, bila kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beras premium semakin jarang ditemukan di Pasar Rangkasbitung. Hal itu tentu akan menyulitkan warga yang terbiasa mengonsumsi beras dengan kualitas lebih baik.
Pemerintah daerah dan Bulog diminta segera melakukan langkah antisipasi, seperti operasi pasar atau menambah stok beras premium. Sehingga, stabilitas harga beras diharapkan bisa segera terjadi dan daya beli masyarakat tidak terus menurun.
Editor: Agus Priwandono











