Kondisi mayat yang telah menjadi tulang belulang tersebut diperkirakan mayat sudah dikubur dalam waktu lama.
Dengan kejadian ini, polisi masih melakukan pendalaman perihal jumlah korban yang dikuburkan.

Kronologi pembuhuhan nya karena korban terus menagih uang hasil penggandaan kepada Slamet, karena PO sudah beberapa kali memberikan uang dengan total sekitar Rp70 juta untuk digandakan kepada Slamet.
Dukun Slamet mengiming-imingi jika sudah memberi uang sekitar sebesar Rp 70 juta, uang tersebut akan dilipatgandakan menjadi Rp 5 miliar.
Dukun mbah Slamet membunuh PO dan para korban lainnya dengan dengan meminumkan racun dan menguburnya jika korban terus menanyakan dan menagih hasil uang yang digandakan oleh dukun mbah Slamet.
Dukun Slamet merasa kesal terhadap PO dan para korban dengan dalih ritual agar uang cepat cair yaitu dengan cara memberikan minuman yang dicampur racun ikan kepada para korban.
Dalam kasus penggandaan uang ini, Polisi pun menangkap teman dukun slamet yaitu BS. BS merupakan teman yang parbertugas mengiklankan di media sosial bertujuan agar ramai bahwa dukun Slamet mampu menggandakan uang.
Polisi menemukan sebelas mayat yang dikubur di lahan perbukitan milik dukun pengganda uang Mbah Slamet dan beberapa mayat dikubur dalam satu lubang.
Korban pembunuhan mbah slamet dikuburkan di sebuah lahan perkebunan luas terletak dilereng bukit pada tiga titik penggalian dan memiliki kedalaman 80 centimeter hingga satu Meter.
Penulis: Siti Fatimah Azzahro
Editor: Haidaroh











