SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Tanggal 17 Ramadan merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Sebab, pada tanggal tersebut diyakini sebagai peristiwa pertama kalinya Al Quran diturunkan atau lazim disebut dengan Nuzulul Quran.
Dijelaskan bahwa Al Quran diturunkan pada momentum malam lailatul qadar. Yaitu malam yang istimewa bagi umat Islam, karena lebih baik dari seribu bulan.
Pendapat yang sangat populer bahwa lailatul qadar akan terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Sebagaimana hari besar Islam lainnya, umat Islam memperingati Nuzulul Quran dengan beragam cara di masjid dan mushola.
Karena waktunya bertepatan dengan bulan Ramadan, biasanya peringatan Nuzulul Quran berlangsung sederhana dan penuh khidmat.
Di Masjid Nurul Musthofa, Sepang, Kota Serang, peringatan Nuzulul Quran menghadirkan penceramah Ustad Nurjaman. Ia mengurai hikmah Nuzulul Quran dengan mengangkat tema Cinta Masjid dan Cinta Quran.
Ia salut dengan jemaah Masjid Nurul Musthofa, yang hingga malam ke 17 Ramadan masih memenuhi shaf-shaf masjid. “Ini tandanya warga Permata Safira cinta dengan masjidnya,” kata Nurjaman.
Menurut Nurjaman, bahwa membangun masjid itu jauh lebih mudah daripada memakmurkannya. “Tapi saya yakin, warga Safira yang cinta masjid, kemudian cinta ibadah, itu tandanya sudah memaknurkan masjid,” kata Ustad yang dalam ceramahnya menyelipkan bahasa-bahasa Jawa Serang ini.
Ustad Nurjaman wanti-wanti, bahwa memakmurkan masjid itu, jangan seperti orang membuat keranda mayat atau membuat kuburan. Hanya ramai ketika ada orang meninggal.
“Memakmurkan masjid itu harus dilakukan terus menerus. Jangan hanya ketika bulan Ramadan saja,” pinta Nurjaman.
Menurut Nurjaman, umat Islam tak cukup hanya cinta masjid. Tapi, harus dibarengi dengan cinta Al Quran. “Jadi antara cinta masjid dan cinta Al Quran harus berjalan seiring dan sejalan,” tandasnya.
Tapi, Nurjaman yakin, jemaah Masjid Nurul Musthofa, cintanya terhadap Al Quran tidak diragukan lagi. “Ini malam 17 Ramadan, jemaah sudah tadarusan 17 juz. Artinya setiap malam satu juz,” katanya.
Nurjaman sangat yakin, kecintaan warga Safira terhadap Al Quran. Ia menyebut di Safira banyak ustad yang ahli Al Quran. “Contohnya Ustad Fauzi, Ustad Jumanta, Ustad Fahrurrozi, dan lainnya,” ujarnya.
Namun, cinta Al Quran tak hanya cukup diucapkan. Tapi, harus ada pembuktian, bahwa Al Quran itu merupakan kitab istimewa yang tiada bandingnya. “Tidak ada lagi kitab setelah Al Quran yang diturunkan oleh Allah. Karena Al Quran adalah kitab penyempurna dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya,” urai Nurjaman.
Pembuktian cinta Al Quran yang kedua adalah dengan membacanya setiap saat. Jangan hanya dipajang di lemari saja.
Dan, pembuktian yang terakhir, jadikan Al Quran sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari, agar kehidupan ini mendapat keberkahan.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Nurul Musthofa Ustad Fahrurrozi menyampaikan program-program kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid.
Mulai dari tadarusan, pengajian ibu-ibu jemaah Al Qonitat, santunan terhadap warga sekitar yang kurang mampu serta santuan berupa bingkisan kepada anak yatim.
Penulis/Editor: M Widodo










