SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proses pemotongan hewan kurban, di Masjid Nurul Musthofa, Perumahan Permata Safira, Sepang, Kota Serang diawali dengan doa bersama para panitia Minggu, 10 Juli 2022, pukul 08.30. Doa dipimpin Ketua DKM Ustad Fahruroji.
Setelahnya pemotongan 5 ekor sapi dan 50 ekor kambing dimulai. Ratusan warga Permata Safira, yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, remaja dan anak-anak, terutama para pe-kurban menyaksikan langsung di lokasi.
Ketua Panitia Kurban Juhri mengatakan, untuk tahun 1443 H, jumlah kurban berupa sapi 5 ekor dan kambing 50 ekor. “Alhamdulillah tahun ini kita berhasil mengumpulkan hewan kurban. Sapi 5 ekor dan kambing 50 ekor. Tadi malem, kambing yang terkumpul baru 48 ekor,” kata Juhri.

Di tengah merebaknya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK), warga Safira masih antusias berkurban. Hanya, diakui Juhri jumlah kurban sapi tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. “Tahun lalu kurban sapi berjumlah 8 ekor. Tapi, ini tetap kita syukuri,” lanjut Juhri, yang juga Ketua RT 01, RW 06 Safira ini.
Sementara itu, untuk memastikan daging kurban benar-benar sehat dan layak dibagikan kepada warga dan penerima lainnya, Dinas Pertanian Provinsi Banten mengirim 6 petugas untuk memantau dan memeriksa daging kurban.

“Jadi setiap tahun selalu ada petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Banten yang memeriksa kesehatan daging kurban. Malah sebelum pemotongan juga sudah diperiksa,” kata Ketua DKM Masjid Nurul Musthofa, Ustad Fahruroji, Minggu, 10 Juli 2022.
Pemotongan hewan kurban, dilakukan oleh para ustad yang memang sudah dilatih khusus cara pemotongan hewan kurban sesuai syariat Islam. Antara lain Ustad M Fauzi, Ustad Maftuhi, Ustad Syahri, Ustad Agus Hariyadi, Ustad Asep Ma’mun, dan lainnya.
Hanya saja, untuk proses pengulitan dan pencacahan dilakukan oleh petugas khusus.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Kurban 1443 H, Masjid Nurul Musthofa, Juhri mengatakan, penurunan jumlah hewan kurban untuk sapi kemungkinan disebabkan adanya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK). “Iya kemungkinan adanya penurunan jumlah kurban sapi bisa jadi karena penyakit PMK,” kata Juhri, yang juga Ketua RT 01/RW 06, Perumahan Permata Safira, Sabtu, 9 Juli 2022 malam.
Tapi, kata Juhri, penurunan jumlah hewan korban bisa jadi karena saat ini titik pemotongan kurban di Perumahan Permata Safira menjadi 4 titik. “Sebelumnya hanya ada 3 titik. Sekarang menjadi 4 titik. Satu masjid Nurul Musthofa dan di tiga mushola,” kata Juhri.
Dari 5 ekor sapi dan 48 ekor kambing nantinya akan dijadikan sekitar 1000 bungkus lebih. “Seribu bungkus lebih ini akan disebar untuk warga, asisten rumah tangga, petugas keamanan, petugas kebersihan dan tukang ojek,” tambah Juhri.
Pemotongan sapi dan kambing akan dilakukan pada Minggu, 10 Juli 2022 usai shalat Idul Adha. “Pemotongan akan dilakukan oleh warga. Namun, untuk pencacahan atau pengulitan akan dilakukan ahlinya. Yaitu Pak Johari dan timnya, warga Blok D Safira,” terang Juhri.
Penulis/Editor: M Widodo











