CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Koperasi Syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) sudah membangun rumah gratis yang ke-403 di Kota Cilegon.
Pasangan Najmudin (55) dan Masrana yang tinggal di Lingkungan Kemlake RT 3 RW 10, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon tersebut menjadi keluarga ke dua di Kota Cilegon yang mendapatkan program Hibah Rymah Siap Huni atau HRSH dari Kopsyah BMI.
“Secara keseluruhan memang rumah yang sudah dibangun sebanyak 403, namun karena di Cilegon kita belum lama beroperasi, sehingga ini merupakan rumah gratis ke-2 yang Kopsyah BMI bangun. Keluarga ini sejatinya belum menjadi anggota Kopsyah BMI. Inilah uniknya program sosial kami. Program sosial Kopsyah BMI ditujukan bukan hanya untuk anggota saja tetapi juga non anggota,” ucap Manajer Kopsyah BMI Cabang Grogol, Muhammad Endra, Kamis, 13 April 2023.
Dijelaskan Endra, kronologis mengapa keluarga Najmudin dan Masrana mendapatkan rumah gratis dari Kopsyah BMI. Ia menuturkan, adanya laporan dari pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas setempat yang menyampaikan bahwa ada warga Kelurahan Gerem yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.
“Sesuai dari laporan Pak Lurah memang betul ketika kami berbincang dan melihat langsung kondisi rumah yang dihuni oleh Pak Najmudin dan Ibu Masrana sangat tidak layak. Waktu kita kesana rumah keluarga ini masih beralaskan tanah dan bocor dimana-mana, kondisi ini semakin sulit jika saat turun hujan,” paparnya.
Manajer Area 11 yang membawahi 7 cabang yang salah satunya Cabang Grogol, Sari menjelaskan, bahwa biaya pembangunan rumah gratis tersebut bersumber dari infak anggota Kopsyah BMI, dengan total biaya sebesar Rp 55 juta.
“Kopsyah BMI mengeluarkan biaya Rp 55 juta untuk membangun rumah Pak Najmudin dan Bu Masrana. Semoga kebaikan semua anggota BMI yang telah berinfak mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ucapnya.
Sementara itu, Dirut Kopsyah BMI yang juga Presiden Direktur Koperasi BMI Grup, Kamaruddin Batubara mengatakan, Kopsyah BMI akan terus fokus pada membumikan peradaban baru koperasi Indonesia.
“Koperasi harus terus memberikan manfaat bagi sesama. Inilah pilar kelima dari konsep peradaban baru koperasi Indonesia yakni koperasi harus besar, ke dua koperasi harus dikelola profesional, ke tiga koperasi harus mandiri dan bermartabat, yang ke empat koperasi haruslah menjadi lembaga pemberdayaan, dan yang ke lima koperasi harus peduli sesama,” ujar pria yang akrab disapa Kambara ini.
Pada kesempatan tersebut, Kambara ingin menegaskan bahwa koperasi harus punya jati diri yang kuat sebagai lembaga keuangan.
“Ciri khas koperasi harus kita munculkan, koperasi harus berbeda dengan lembaga keuangan lain yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Koperasi yang dimiliki oleh banyak orang harus benar-benar menjadi lembaga self-help,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Aas Arbi










