RADARBANTEN.CO.ID – Tupperware salah satu merek wadah makanan plastik yang paling digemari oleh ibu-ibu.
Peralatan rumah tangga merek Tupperware berbahan dasar plastik, yang produknya berupa wadah penyajian dan penyimpanan makanan.
Tupperware sudah dikenalkan di khalayak umum mulai tahun 1946, namun dikabarkan bahwa perusahaan Tupperware akan bangkrut.
Setiap produk tupperware dirancang dengan fitur kedap udara, jadi akan awet jika makanan di taruh di wadah Tupperware.
Tupperware dibuat dari plastik dengan menggunakan bioplastik, bioplastik adalah campuran dari sayuran dan buah-buahan yang teruji aman untuk makanan dan cukup ramah untuk lingkungan.
Selain itu juga, tupperware tidak terbuat dari bahan kimia berbahaya sehingga setelah menjadi wadah makanan tidak berbau bahan kimia, itu yang menjadikan wadah makanan tersebut tidak menarik perhatian tikus.
Jadi dengan begitu wadah makanan Tupperware aman digunakan untuk menyimpan makanan walaupun dalam keadaan awet.
Namun perusahaan Tupperware yang sudah dikenal selama 77 tahun ini dikabarkan akan mengalami kebangkrutan.
Produk Tupperware yang digemari ibu-ibu tersebut ternyata berasal dari Amerika Serikat, namun Tupperware terancam bangkrut karena kesulitan finansial.
Dikutip dari unggahan akun Instagram investordailyid bahwa Tupperware peralatan dapur ini tengah diambang kebangkrutan karena saham anjlok hampir 50 Persen di pasar modal AS.
Awal penurunan saham saat lockdown Covid-19 karena yang mulanya harga saham melonjak menjadi US$ 37 menjadi US$ 1,22 setelah saham turun 49,6 Persen.
Karena Tupperware diwajibkan mengajukan laporan tahunan kepada pihak Bursa Efek New York, tapi tidak mengajukan laporan tahunan tersebut, maka pihak Bursa Efek New York memperingatkan bahwa saham Tupperware terancam dihapuskan dari daftar saham.
Penjualan Terus Menurun
Penyebab dari bangkrutnya Tupperware karena perusahaan yang berdiri sejak tahun 1946 dimana sudah dikenal selama 77 tahun ini masih mengandalkan pemasaran langsung ke konsumen( MLM).











