TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang bocah laki-laki di Jalan Kampung Bugis, RT 04, RW 04, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat bikin pusing petugas penyelamat sektor Kemayoran.
Hal itu akibat kaleng biskuit berwarna kuning tersangkut di kepala bocah tersebut.
Hal itu terungkap dalam uggahan akun media sosial Instagram @humasjakfire.
“Pada Selasa (25/4) pukul 21.10 WIB sepasang suami dan istri datang ke pos pemadam kebakaran Sektor Kemayoran meminta bantuan petugas penyelamat untuk melepaskan kaleng biskut yang menyangkut di kepala anaknya,” tulis akun Instagram @humasjakfire yang dikutip Rabu, 26 April 2023.
Adapun penyebab kaleng tersebut tersangkut di kepala bocah gara-gara si anak memainkanya dan dengan segaja memasukan ke kepalanya.
“Namun setelah itu, kaleng sulit dilepaskan dari kepala anak.
Si anak pun menangis karena kesakitan. Akhirnya, ibu dan ayahnya datang ke Pos Sektor Kemayoran untuk membantu melepaskan kaleng biskuit di kepala anaknya,” tambahnya.
Dalam unggahan tersebut, nampak petugas menggunakan bor untuk melepaskan kaleng biskuit dari kepala bocah tersebut.
Unggahan tersebut kini sudah disukai 3.700 kali dan menuai banyak reaksi netizen.
“Tolong foto2 ini dishare ke ibunya, dan dicetak agar dilihat si bocil saat nanti jadi petugas Damkar,” tulis akun @garda_kabah
“Ya ampun kasian tp ngakak, edisi lebaran skrg kejepit di kaleng kue,” tulis akun @sitikomari
“Baca berita ini yg jelas ngakak dulu sih,” tulis akun @restiaini29
“Biasanya selain isi biskuit dan rengginang, sekarang udh ada isi kepala,” @rhmanuu
“Bingung harus sedih apa ngakak,” tulis akun @ilhamkan.lah
“Terima kasih pak damkar idolaku,” tulis akun @diahayou_
“taun depan muncul meme kaleng kongguan bukan isi renginang,” tulis akun @hassanrokhmat
“Damkar kereeeeeeeeeennn,,salut sama kerja nyata kalian,” tulis akun @dhanie_rabbani
“Ada² aja dah,” tulis akun @sazhrr
“Kebayang betapa panik orang tuanya saat kejadian, sampai akhirnya mereka meminta bantuan Damkar,” tulis akun @yansantoso.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Aas Arbi











