RADARBANTEN.CO.ID – Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) merupakan sumber pangan lokal potensial dari Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang karena pertumbuhannya yang mudah dan cepat.
Tanaman talas beneng banyak dijumpai di wilayah sekitar Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang. Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) dapat tumbuh di pinggir hutan, tepi sungai, rawa, dan tebing yang berhumus.
Di Indonesia, talas beneng telah dibudidayakan dan masih ada yang tumbuh liar dalam hutan Gunung Karang (Pandeglang). Menurut Rusbana dkk. (2016) pada awalnya tanaman ini hidup liar dan kemudian dibudidayakan oleh petani karena memiliki nilai jual yang tinggi. Selain memiliki kelebihan umbi yang besar (832 g umbi-1) (Nurtiana dan Pamela, 2019).
Nah kalian pasti penasaran kan bagaimana sih cara mengolah umbi talas beneng menjadi tepung?mari simak langkah-langkah nya berikut ini!
- Siapkan umbi talas beneng dengan mengupas kulitnya dan mencuci dengan air mengalir
- Umbi talas beneng diiris tipis sehingga berberbentuk chips
- Siapkan larutan garam 10 % (w/v) dengan melarutkan 200 gram garam dalam 2000 mL air
- Timbang irisan (chips) umbi sebangak 1 kg
- Rendam chips dalam air garam selama 2 jam
- Siapkan larutan asam cuka 5 % (v/v)-20% (v/v) : 50 mL dalam air hingga volume 1000 mL
- Setelah umbi direndam 2 jam, tiriskan dan timbang
- Rendam kembali dalam asam cuka 0%, 5 %, 10%, 15%, 20% selama 1 jam
- Cuci dengan air mengalir hingga rasa asam menghilang
- Kemudian ditiriskan kemudian timbang
- Dikeringkan dalam cabinet drier selama 6 jam
- Timbang beratnya
- Irisan umbi kering dikumpulkan dan digiling dengan disk mill dilanjutkan dengan grinder
- Pengayakan 100 mesh
- Timbang tepung yang dihasilkan
- Pengemasan tepung dalam plastic
Larutan asam asetat 10 % (v/v)-40% (v/v) :
Nah itulah langkah-langkah yang bisa kalian coba untuk mengolah umbi talas beneng menjadi tepung.
Karena tepung talas beneng dapat menghasilkan produk olahan pangan dengan karakteristik yang sama seperti pangan olahan yang menggunakan tepung terigu protein rendah dengan kandungan sebesar 7-9%.
Menurut Lestari dan Susilawati (2015) talas beneng memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan talas lainnya dengan kandungan protein sebesar 8,53%.
Selanjutnya Muttakin et al. (2015) menyatakan bahwa talas beneng memiliki kandungan protein 8,77%; kadar pati 6,97%; kadar abu 8,53%; lemak 0,46% dan kadar air 84,65%. Kandungan oksalat talas beneng cukup besar yaitu 60,56 ppm (Visiamah, 2016).
Untuk mengurangi kandungan asam oksalatnya, umbi dapat direndam dalam air garam 10% selama 120 menit. Asam oksalat akan tereduksi sebesar 51,5%.
Reporter: Rian Hariansyah
Editor: Abdul Rozak











