RADARBANTEN.CO.ID – Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang Kuala Kencana, sebuah kota yang disebut kota modern pertama di Indonesia ini.
Kuala Kencana adalah salah satu kawasan terbatas di Kota Timika, Papua. Kota modern pertama di Indonesia ini letaknya di dalam hutan belantara Papua lho.
Lantas hal apa yang menjadikan Kuala Kencana sebagai kota modern pertama di Indonesia?
Dikutip RADARBANTEN.CO.ID pada Rabu (17/5/2023) dari berbagai sumber, inilah Kuala Kencana, kota modern pertama di Indonesia di belantara hutan Papua.
Mengutip laman resmi Distrik Kuala Kencana, Kuala Kencana diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 5 Desember 1955 dan terletak di daerah Kontrak karya kawasan PT Freeport Indonesia.
Ada beberapa hal yang menjadikan Kuala Kencana mendapat predikat sebagai kota modern, misalnya perencanaan tata kota yang baik, permukiman yang asri hingga lingkungan bersih bak kota-kota yang ada di luar negeri.
Video mengenai Kuala Kencana viral di media sosial TikTok setelah akun @julian_kambu mengunggahnya beberapa waktu lalu.
Unggahan video dari @julian_kambu mengenai Kuala Kencana telah di like sebanyak 459 ribu kali sejak artikel ini dibuat pada Rabu (17/5/2023).
Akun TikTok @julian_kambu menerangkan secara singkat alasan kenapa Kuala Kencana begitu spesial pada video kontennya itu.
“Yang menjadikannya kota ini unik, karena kota ini terletak di tengah hutan belantara Papua,” ujar @julian_kambu.
TikToker tersebut menjelaskan kesan pertama kali saat berada di Kuala Kencana adalah dirinya menjadi merasa sedang di luar negeri.
Kabel listrik dan kabel telepon di Kuala Kencana sudah ditaruh di bawah tanah. @julian_kambu menjelaskan dengan kagum kebersihan lingkungan Kuala Kencana.
“Kota ini adalah kita pertama yang menggunakan sistem untuk membersihkan air. Jadi air-air keran di kota ini guys bisa langsung diminum, kayak di luar negeri gitu.” ujarnya.
Permukiman di kawasan Kuala Kencana tidak seperti kawasan huni orang Indonesia kebanyakan. Rumahnya mempunyai halaman luas tanpa pagar dengan bangunan modern gaya barat. ***
Editor: Haidaroh










