SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat. Salah satunya ialah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
Pasalnya, pada musim kemarau, cuaca cenderung kering dan berdebu sehingga meningkatkan potensi terjadinya ISPA. Lalu, keterbatasan pasokan air bersih juga biasanya berpotensi memicu lonjakan kasus diare.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Efrizal, mengatakan potensi terjadinya ISPA dan diare perlu diwaspadai khususnya saat musim kemarau. Pasalnya, kualitas udara dan ketersediaan air bersih menjadi faktor utama pemicu terjadinya dua penyakit tersebut.
“Saat kemarau kualitas udara tidak begitu baik lalu ada kekeringan, biasanya sumber air berkurang, apalagi air tanah menjadi surut dan kotor bisa menimbulkan diare, dan udara yang kotor juga bisa menimbulkan ISPA perlu diwaspadai,” katanya, Senin 13 Juli 2026.
Efrizal mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas untuk melakukan upaya-upaya kewaspadaan dini untuk mengantisipasi lonjakan kasus dua penyakit tersebut. Salah satunya ialah dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait tata cara pencegahan dua penyakit tersebut.
Ia yakin, dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, akan mampu mengurangi angka kasus ISPA dan diare pada musim kemarau sehingga dapat menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
“Saya belum cek apakah ada peningkatan kasus terhadap ISPA dan diare atau tidak, yang pasti kita akan lakukan upaya pencegahan, supaya ISPA dan diare bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Yang paling penting, lanjut Efrizal, masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama, seperti menggunakan air bersih serta mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir untuk menghindari diare.
Kemudian yang tak kalah penting ialah penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara kering dan berdebu untuk mencegah ISPA.
“Seperti saat zaman Covid-19, semua diwajibkan pakai masker dan Alhamdulillah hasilnya dapat menekan kasus ISPA di luar dari kasus Covid-19, dan menjaga kebersihan untuk mencegah diare,” ucapnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang mengalami gejala batuk, pilek, sesak napas, atau diare berkepanjangan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat agar bisa segera tertangani.
“Jangan sampai ketika sudah sakit parah baru datang ke Puskesmas atau rumah sakit, harusnya jika dirasa ada gejala-gejala ISPA dan diare tentu langsung bawa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











