SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten menggelar Banten Book Fair 2023 di halaman kantor DPK Banten, Kota Serang. Event itu berlangsung selama empat hari pertanggal 17-20 Mei 2023.
Sedikitnya ada 100 ribu buku yang dipamerkan dan bisa dibawa pulang oleh para pengunjung. Buku-buku itu berasal dari 80 penerbit tekenal.
Kepala Bidang Perpustakaan pada DPK Banten Evi Syaefudin mengatakan, pada event itu pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Katanya, buku-buku yang dipamerkan ini dibanderol dengan harga yang ramah di kantong pelajar. Yakni mulai dari Rp5000 an saja.
“Buku-buku yang dipamerkan ini beragam, mulai buku anak, novel, sastra dan beragam macam buku lainnya,” kata Evi kepada Radar Banten, Jumat 19 Mei 2023.
Kata Evi, Banten Book Fair 2023 ini merupakan cara DPK Banten dalam memperingati hari buku nasional yang jatuh pada 17 Mei 2023 kemarin. Adapun tujuannya, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasinya dengan memilih buku bacaan favorit masing-masing.
Evi mengatakan, minat baca warga Banten masih berada di kategori sedang, belum masuk tinggi karena masih berada dibawah skor 70.
“Kalau kategori tinggi skornya dianggap 70 keatas, kalau kita sekarang sekitar 65. Ya masih kategori sedang, tapi di atas rata-rata, ” katanya.
DPK Banten sendiri terus berupaya meningkatkan tingkat membaca warga Banten. Sejumlah program pun digodob baik di sekala Provinsi maupun Daerah.
Selain itu, DPK terus memberikan pembinaan dan mendorong kepada setiap sekolah di Banten untuk terus meningkatkan peranan dan fungsi perpustakaan di sekolah.
“Perpustakaan harus berjalan dengan maksimal, bukan hanya sebagai pelengkap saja. Harus memiliki peran penting dalam meningkatkan edukasi dan mutu pendidikan siswa,” ucapnya.
Kepala DPK Banten Usman Asshidiqi Kohara mengatakan, kegiatan membaca memungkinkan kita menjelajah dunia pengetahuan secara nyaris tak terbatas. Dengan demikian, kegiatan membaca buku menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pengayaan wawasan, mendukung kecerdasan, sekaligus mendukung pemikiran yang lebih terbuka menuju kesejahteraan masyarakat.
“Dengan mengusung tema ‘yuk, ngewace!’, kita dapat menanamkan pada diri masyarakat supaya minat baca masyarakat meningkat dengan sendirinya. mengacu pada undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang menyebutkan bahwa tujuan pendirian perpustakaan diantaranya adalah sebagai pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang serta menjadi pusat penelitian, rekreasi, dan aktifitas ilmiah lainnya,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi











