LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi kearsipan memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi kepada peserta didik khususnya di Banten.
Untuk itu, DPK Banten menggelar kegiatan layanan Mobil Sadar Arsip Keliling (Sipling) di tingkat pendidikan.
SMKN 2 Rangkasbitung menjadi salah satu tempat tujuan edukasi Sipling yang diselenggarakan oleh DPK Banten pada Rabu, 18 September 2024.
Mobil Sadar Arsip Keliling dimaksudkan untuk memberikan suatu gambaran utuh kepada masyarakat tentang arsip termasuk kegunaannya bagi kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.
Kepala DPK Banten, Usman Asshiddiqi Qohara, mengatakan, DPK Banten senantiasa memberikan edukasi tentang pentingnya arsip di bidang pendidikan.
“Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai pentingnya kearsipan, serta mengenalkan Koleksi Khazanah Arsip Statis secara lebih mendalam,” katanya.
Hadir dalam kegiatan Sipling yakni berbagai layanan yang menarik dan edukatif. Salah satunya adalah Pameran Arsip Foto, menampilkan foto-foto sejarah Banten dan berbagai peristiwa penting yang terekam dalam arsip.
“Layanan Sipling ini akan memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai sejarah Banten dan betapa pentingnya menjaga dokumentasi arsip sebagai bagian dari warisan budaya,” ucapnya.
Selain itu, para siswa juga disuguhi dengan Pemutaran Film Dokumenter, mengisahkan perjalanan sejarah Banten dan upaya pelestarian arsip. Selain itu adapula Video Edukasi Preservasi Arsip untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara merawat dan menjaga arsip agar tetap lestari.
Tak ketinggalan, ada juga sesi Sosialisasi Akses Layanan Koleksi Khazanah Arsip Banten melalui SIKN-JIKN (Sistem Informasi Kearsipan Nasional-Jaringan Informasi Kearsipan Nasional).
Sosialisasi ini memberikan panduan kepada siswa dan guru tentang cara mengakses arsip-arsip penting yang tersedia secara digital, sehingga mereka dapat memanfaatkan arsip sebagai sumber belajar yang kaya akan informasi.
Editor: Agus Priwandono











