LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pasangan kekasih asal Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Bambang Ariyanto dan Siska, tega membunuh bayi laki-laki hasil hubungan gelap keduanya.
Bayi laki-laki itu dilahirkan Siska pada Selasa 9 Mei 2023 di sebuah klinik. Keesokan harinya, Bambang dan Siska membawa bayi yang tidak berdosa tersebut. Di perjalanan, mereka berdiskusi dan akhirnya di Jalan Cipanas-Warung Banten, tepatnya di Kampung Gembor, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Bambang menghentikan sepeda motornya.
Keduanya kemudian berjalan ke dalam kebun yang tidak jauh dari jalan raya. Di sana, Bambang dan Siska kembali diskusi untuk membuang bayi laki-laki tersebut. Namun, Siska menolak untuk membuangnya dan menyerahkan nasib bayi itu kepada kekasihnya. Akhirnya Bambang memutuskan untuk membekap dan menguburkan bayi tidak berdosa tersebut.
Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan melalui Kasat Reskrim Polres Lebak IPTU Andy Kurniadi menyatakan, bayi tersebut kemudian dibekap selama tujuh menit menggunakan kain kerudung Siska. Setelah dipastikan meninggal dunia, bayi itu dikubur di lubang yang telah digali Bambang. Selanjutnya, mereka pulang ke rumahnya masing-masing.
“Beberapa hari kemudian, warga di Gembor dikagetkan dengan penemuan mayat bayi di kebun. Mereka langsung melaporkan penemuan mayat bayi kepada kepolisian,” kata Andy kepada wartawan, Rabu 24 Mei 2023.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan petunjuk yang mengarah ke kedua pasangan kekasih asal Sobang, yakni Bambang dan Siska. Dari hasil pemeriksaan, Bambang dan Siska akhirnya mengakui perbuatannya.
“Keduanya telah kita tangkap dan kita tetapkan sebagai tersangka pembunuhan,” ungkapnya.
Andy menjelaskan, kedua tersangka dipersangkakan Pasal 76C Jo Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dan atau Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun dan Pasal 340 minimal 20 tahun penjara.
“Untuk motif pembunuhan, mereka malu karena melahirkan bayi di luar pernikahan,” tukasnya.
Reporter/Editor : Mastur












